Rabu, 21 April 2010

REALITY STORY (VII)

Ini salah siapa...?; atau memang dunia ini kejam...?

Ini adalah tulisanku untuk yang kesekian kalinya....; tentang realita kehidupan yang kujumpai..., sudah agak lama sich....cuman belum sempet dituangkan dalam tulisan....,jadi selama 2ua mingguan ini masih tersimpan rapi dikisi-kisi file memori otakku.
Masih ingatkah rekan-rekan akan ceritaku yang lalu tentang anak kecil yang mengadahkan tangan padaku ketika aku sedang membeli Sate Padang...??; nah ini cerita juga masih bersambung tentang anak kecil itu.
Suatu saat aku beli Sate Padang dilanggananku tersebut.....(Wualaah langganan.....; ya mesti saja....karena cuman dia satu-satunya penjual di kompleks ); Nah....begitu melihat aku sedang menunggu sambil mengobrol
dengan si Tukang Sate...., bocah kecil yang dulu itu tersenyum setelah beberapa saat menyakinkan dirinya bener apa enggak itu oom-oom yang dulu itu; singkat cerita si bocah itu menghampiriku, dan seperti biasa dia mulai mengadahkan tangannya...." Oom minta shodaqohnya Oom....??? " ; Ada yang menarik.....,kalau dulu
si Tukang Sate menghardiknya...., tapi kali ini terasa....wellcome saja....; kalo dulu si Tukang Sate mungkin merasa sungkan dan takut customernya kabur karena ditempat jualannya biasa dijadikan jalur inceran para bocah yang berpredikat sebagai peminta-minta....kali ini dia enggak takut , malah tersenyum....senyum yang trenyuh menurutku....terlihat jelas dari pancaran matanya.
Kupandangi Tukang Sate tersebut seusai aku memberikan uang kembalian beli Sate tersebut kepada si anak kecil yang kontan tersenyum senang " Terimakasih Oom...".
" Kalau yang ini bener....saya tahu ; Bapaknya minggat, ibunya terpaksa kerja jadi pembantu untuk menghidupi 3 orang anak sendirian..." Kata si Tukang Sate tersebut.
" Koq Bapak bisa tahu...? " Tanyaku yang mulai penasaran ; " Saya pernah kerumahnya...mengantarnya pulang saat hujan deras...kebetulan juga pas saya mau pulang; sudah jam 9 lebih, kasihan liat dia masih meminta-minta, saya marahi.....; tapi begitu tahu keadaanya....saya jadi menyesal; malam itu saya beri mereka sate...., saya yakin mereka belum pernah atau tidak mampu untuk beli sate saya...."
Aku tertegun...mendengar penuturan si Tukang Sate tersebut, ternyata dibalik wajahnya yang lumayan sangar, tersimpan rasa welas asih dan rela membantu pada sesama.
"Anggap saja saya bagi-bagi rejeki akan hasil jualan saya hari itu...., Insya Allah....saya akan dapat gantinya yang lebih daripada apa yang saya berikan pada keluarga si bocah itu..."
Cut...cerita sebenarnya masih panjang, namun sengaja aku potong dulu untuk lain waktu...
Ada pesan moral yang dapat saya ambil dan rekan-rekan ambil sebagai inti hikmah dibalik rejeki yang diberikan Allah kepada kita dari cerita realita kehidupan diatas.
" Seringkali pemberian dari orang kecil ( Tukang Sate Padang ) kepada seseorang/keluarga yang membutuhkan ( Ibu 3 anak yang ditinggal minggat suaminya )itu lebih tercatat sebagai amalan yang begitu mulia dimata Allah, dibandingkan dengan pemberian traveller cheque atau uang suap yang diberikan dan diterima oleh beberapa oknum pejabat negeri ini. Apakah anda setuju dengan tulisan dan pesan moralku ini...???, gabung dan beri komentarnya ya......., thanks...GBU...."jadikan tangan kita sebagai Tangan Di Atas disetiap kesempatan, jangan merasa kikir dan pelit akan harta kita, karena itu semua adalah titipan dan amanah Yang Maha Kuasa ".

Sabtu, 17 April 2010

SELUK BELUK IBADAH HAJI & UMRAH

HIKMAH HAJI & UMRAH

Salinanku yang kutuangkan berkaitan dengan orang-orang yang kucintai dan kubanggakan yang saat ini sedang menjalankan ibadah Haji kecil ( Umrah ) ; Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran serta karuniaNya.....

Diantara Asmaul Husna yang dimiliki Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Al-Hakim yang bermakna : “Yang menetapkan Hukum, atau Yang mempunyai sifat Hikmah, di mana Allah tidak berkata dan bertindak dengan sia-sia. Oleh karena itulah semua syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala mempunyai kebaikan yang besar dan manfaat yang banyak bagi hamba-Nya di dunia seperti kebagusan hati, ketenangan jiwa dan kebaikan keadaan. Juga akibat yang baik dan kemenangan yang besar di kampung kenikmatan (akhirat) dengan melihat wajah-Nya dan mendapatkan ridha-Nya.

Demikian pula haji, sebuah ibadah tahunan yang besar yang Allah syari’atkan bagi para hamba-Nya, mempunyai berbagai manfaat yang besar dan tujuan yang besar pula, yang membawa kebaikan di dunia dan akhirat. Dan diantara hikmah ibadah haji ini adalah.


[1]. Mengikhlaskan Seluruh Ibadah
Beribadah semata-mata untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menghadapkan hati kepada-Nya dengan keyakinan bahwa tidak ada yang diibadahi dengan haq, kecuali Dia dan bahwa Dia adalah satu-satunya pemilik nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang mulia. Tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada yang menyerupai-Nya dan tidak ada tandingan-Nya.

Dan hal ini telah diisyaratkan dalam firman-Nya.

“Artinya : Dan ingatlah ketika Kami menempatkan tempat Baitullah untuk Ibrahim dengan menyatakan ; “Janganlah engkau menyekutukan Aku dengan apapun dan sucikan rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, beribadah, ruku dan sujud” [Al-Hajj : 26]

Mensucikan rumah-Nya di dalam hal ini adalah dengan cara beribadah semata-mata kepada Allah di dekat rumah-Nya (Ka’bah) yang mulia, mebersihkan sekitar Ka’bah dari berhala-berhala, patung-patung, najis-najis yang Allah Subhanahu wa Ta’ala haramkan serta dari segala hal yang mengganggu orang-orang yang sedang menjalankan haji atau umrah atau hal-hal lain yang menyibukkan (melalaikan, -pent) dari tujuan mereka.

[2]. Mendapat Ampunan Dosa-Dosa Dan Balasan Jannah
“Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Satu umrah sampai umrah yang lain adalah sebagai penghapus dosa antara keduanya dan tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali jannah” [HR Bukhari dan Muslim, Bahjatun Nanzhirin no. 1275]

“Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata : “Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa barang siapa berhaji ke Baitullah ini karena Allah, tidak melakukan rafats dan fusuuq, niscaya ia kembali seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya” [HR Bukhari]

Rafats : jima’ ; pendahuluannya dan ucapan kotor, Fusuuq : kemaksiatan

Sesungguhnya barangsiapa mendatangi Ka’bah, kemudian menunaikan haji atau umrah dengan baik, tanpa rafats dan fusuuq serta dengan ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni dosa-dosanya dan menuliskan jannah baginya. Dan hal inilah yang didambakan oleh setiap mu’min dan mu’minah yaitu meraih keberuntungan berupa jannah dan selamat dari neraka.

[3]. Menyambut Seruan Nabi Ibrahima Alaihissalam
“Dan serulah manusia untuk berhaji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”[Al-Hajj : 27]

Nabi Ibrahim Alaihissalam telah menyerukan (agar berhaji) kepada manusia. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan siapa saja yang Dia kehendaki (untuk bisa) mendengar seruan Nabi Ibrahim Alaihissalam tersebut dan menyambutnya. Hal itu berlangsung semenjak zaman Nabi Ibrahim hingga sekarang.

[4]. Menyaksikan Berbagai Manfaat Bagi Kaum Muslimin
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Agar supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka” [Al-Hajj : 28]

Alah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan manfaat-manfaat dengan muthlaq (secara umum tanpa ikatan) dan mubham (tanpa penjelasan) karena banyaknya dan besarnya menafaat-manfaat yang segera terjadi dan nanti akan terjadi baik duniawi maupun ukhrawi.

Dan diantara yang terbesar adalah menyaksikan tauhid-Nya, yakni mereka beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata-mata. Mereka datang dengan niat mencari wajah-Nya yang mulia bukan karena riya’ (dilihat orang lain) dan juga bukan karena sum’ah (dibicarakan orang lain). Bahkan mereka betauhid dan ikhlas kepada-Nya, serta mengikrarkan (tauhid) di antara hamba-hamba-Nya, dan saling menasehati di antara orang-orang yang datang (berhaji dan sebagainya,-pent) tentangnya (tauhid).

Mereka thawaaf mengelilingi Ka’bah, mengagungkan-Nya, menjalankan shalat di rumah-Nya, memohon karunia-Nya, berdo’a supaya ibadah haji mereka diterima, dosa-dosa mereka diampuni, dikembalikan dengan selamat ke nergara masing-masing dan diberi anugerah kembali lagi untuk berdo’a dan merendah diri kepda-Nya.

Mereka mengucapkan talbiyah dengan keras sehingga di dengar oleh orang yang dekat ataupun yang jauh, dan yang lain bisa mempelajarinya agar mengetahui maknanya, merasakannya, mewujudkan di dalam hati, lisan dan amalan mereka. Dan bahwa maknanya adalah : Mengikhlaskan ibadah semata-mata untuk Allah dan beriman bahwa Dia adalah ‘ilah mereka yang haq, Pencipta mereka, Pemberi rizki mereka, Yang diibadahi sewaktu haji dan lainnya.

[5]. Saling Mengenal Dan Saling Menasehati
Dan diantara hikmah haji adalah bahwa kaum muslimin bisa saling mengenal dan saling berwasiat dan menasehati dengan al-haq. Mereka datang dari segala penjuru, dari barat, timur, selatan dan utara Makkah, berkumpul di rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tua, di Arafah, di Muzdalifah, di Mina dan di Makkah. Mereka saling mengenal, saling menasehati, sebagian mengajari yang lain, membimbing, menolong, membantu untuk maslahat-maslahat dunia akhirat, maslahat taklim tata cara haji, shalat, zakat, maslahat bimbingan, pengarahan dan dakwah ke jala Allah.

Mereka bisa mendengar dari para ulama, apa yang bermanfaat bagi mereka yang di sana terdapat petunjuk dan bimbingan menuju jalan yang lurus, jalan kebahagiaan menuju tauhidullah dan ikhlas kepada-Nya, menuju ketaatan yang diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengetahui kemaksiatan untuk dijauhi, dan supaya mereka mengetahui batas-batas Allah dan mereka bisa saling menolong di dalam kebaikan dan taqwa.

[6]. Mempelajari Agama Allah Subhanahu wa Ta’ala
Dan diantara manfaat haji yang besar adalah bahwa mereka bisa mempelajari agama Allah dilingkungan rumah Allah yang tua, dan di lingkungann masjid Nabawi dari para ulama dan pembimbing serta memberi peringatan tentang apa yang mereka tidak ketahui mengenai hukum-hukum agama, haji, umrah dan lainnya. Sehingga mereka bisa menunaikan kewajiban mereka dengan ilmu.

Dari Makkah inilah tertib ilmu itu, yaitu ilmu tauhid dan agama. Kemudian (berkembang) dari Madinah, dari seluruh jazirah ini dan dari seluruh negeri-negeri Allah Subhanahu wa Ta’ala yang ada ilmu dan ahli ilmu. Namun semua asalnya adalah dari sini, dari lingkungan rumah Allah yang tua.

Maka wajib bagi para ulama dan da’i, dimana saja mereka berada, terlebih lagi di lingkungan rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala ini, untuk mengajari manusia, orang-orang yang menunaikan haji dan umrah, orang-orang asli dan pendatang serta para penziarah, tentang agama dan manasik haji mereka.

Seorang muslim diperintahkan untuk belajar, bagaimanapun (keadaannya) ia, dimana saja dan kapan saja ; tetapi di lingkungan rumah Allah yang tua, urusan ini (belajar agama) lebih penting dan mendesak.

Dan di antara tanda-tanda kebaikan dan kebahagian seseorang adalah belajar tentang agama Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Nabi Shallallahu ‘alaihi bersabda : “Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala memperoleh kebaikan, niscaya Dia menjadikan faqih terhadap agama” [HR Bukhari, Kitab Al-Ilmi 3 bab : 14]

Di sini, di negeri Allah, di negerimu dan di negeri mana saja, jika engkau dapati seorang alim ahli syari’at Allah, maka pergunakanlah kesempatan. Janganlah engkau takabur dan malas. Karena ilmu itu tidak bisa diraih oleh orang-orang yang takabur, pemalas, lemah serta pemalu. Ilmu itu membutuhkan kesigapan dan kemauan yang tinggi.

Mundur dari menuntut ilmu, itu bukanlah sifat malu, tetapi suatu kelemahan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan Allah tidak malu dari kebenaran” [Al-Ahzab : 53]

Karenanya seorang mukmin dan mukminah yang berpandangan luas, tidak akan malu dalam bab ini ; bahkan ia maju, bertanya, menyelidiki dan menampakkan kemusykilan yang ia miliki, sehingga hilanglah kemusykilan tersebut.

[7]. Menyebarkan Ilmu
Di antara manfaat haji adalah menyebarkan ilmu kepada saudara-saudaranya yang melaksanakan ibadah haji dan teman-temannya seperjalanan, yang di mobil, di pesawat terbang, di tenda, di Mekkah dan di segala tempat. Ini adalah kesempatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan. Engkau bisa menyebarkan ilmu-mu dan menjelaskan apa yang engkau miliki, akan tetapi haruslah dengan apa yang engkau ketahui berdasarkan Al-Kitab dan As-Sunnah dan istimbath ahli ilmu dari keduanya. Bukan dari kebodohan dan pemikiran-pemikiran yang menyimpang dari Al-Kitab dan As-Sunnah.

[8]. Memperbanyak Ketaatan
Di antara manfaat haji adalah memperbanyak shalat dan thawaf, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka ; hendaklah mereka menyempurnakan nadzar-nadzar mereka dan hendaklah mereka berthawaf sekeliling rumah yang tua itu (Ka’bah)” [Al-Hajj : 29]

Maka disyariatkan bagi orang yang menjalankan haji dan umrah untuk memperbanyak thawaf semampunya dan memperbanyak shalat di tanah haram. Oleh karena itu perbanyaklah shalat, qira’atul qur’an, tasbih, tahlil, dzikir. Juga perbanyaklah amar ma’ruf nahi mungkar dan da’wah kepada jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala di mana banyak orang berkumpul dari Afrika, Eropa, Amerika, Asia dan lainnya. Maka wajib bagi mereka untuk mempergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.

[9]. Menunaikan Nadzar
Walaupun nadzar itu sebaiknya tidak dilakukan, akan tetapi seandainya seseorang telah bernadzar untuk melakukan ketaatan, maka wajib baginya untuk memenuhinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Barangsiapa bernadzar untuk mentaati Allah, maka hendaklah dia mentaati-Nya” [HR Bukhari]

Maka apabila seseorang bernadzar di tanah haram ini berupa shalat, thawaf ataupun ibadah lainnya, maka wajib baginya untuk menunaikannya di tanah haram ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan hendaklah mereka menunaikan nadzar” [Al-Hajj : 29]

[10]. Menolong Dan Berbuat Baik Kepada Orang Miskin
Di antara manfaat haji adalah bisa menolong dan berbuat baik kepada orang miskin baik yang sedang menjalankan haji atau tidak di negeri yang aman ini.

Seseorang dapat mengobati orang sakit, menjenguknya, menunjukkan ke rumah sakit dan menolongnya dengan harta serta obat.

Ini semua termasuk manfaat-manfaat haji.

“Artinya : ….agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka” [Al-Hajj : 28]

[11]. Memperbanyak Dzikir Kepada Allah
Di negeri yang aman ini hendaklah memperbanyak dzikir kepada Allah, baik dalam keadaan berdiri, duduk dan bebaring, dengan tasbih (ucapan Subhanallah), hamdalah (ucapan Alhamdulillah), tahlil (ucapan Laa ilaaha ilallah), takbir (ucapan Allahu Akbar) dan hauqallah (ucapan Laa haula wa laa quwata illa billah).

“Artinya : Dari Abu Musa Al-As’ari Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Perumpamaan orang yang mengingat Rabb-nya dan yang tidak mengingat-Nya adalah sebagai orang hidup dan yang mati”. [HR Bukhari, Bahjatun Nadzirin no. 1434]

[12]. Berdo’a Kepada-Nya
Di antara manfaat haji, hendaknya bersungguh-sungguh merendahkan diri dan terus menerus berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar Dia menerima amal, membereskan hati dan perbuatan ; agar Dia menolong untuk mengingat-Nya, bersyukur kepada-Nya dan memperbagus ibadah kepada-Nya ; agar Dia menolong untuk menunaikan kewajiban dengan sifat yang Dia ridhai serta agar Dia menolong untuk berbuat baik kepada hamba-hamba-Nya.

[13]. Menunaikan Manasik Dengan Sebaik-Baiknya
Di antara manfaat haji, hendaknya melaksanakannya dengan sesempurna mungkin, dengan sebaik-baiknya dan seikhlas mungkin baik sewaktu melakukan thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, berada di Muzdalifah, melempar jumrah, maupun sewaktu shalat, qira’atul qur’an, berdzikir, berdo’a dan lainnya. Juga hendaknya mengupayakannya dengan kosentrasi dan ikhlas.

[14]. Menyembelih Kurban
Di antara manfaat haji adalah menyembelih (binatang) kurban, baik yang wajib tatkala berihram tammatu dan qiran, maupun tidak wajib yaitu untuk taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sewaktu haji wada’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berkurban 100 ekor binatang. Para sahabat juga menyembelih kurban. Kurban itu adalah suatu ibadah, karena daging kurban dibagikan kepada orang-orang miskin dan yang membutuhkan di hari-hari Mina dan lainnya.

Demikianlah sebagian hikmah dari ibadah haji (rukun Islam yang ke lima) mudah-mudahan kita bisa mengambil manfaatnya, dan senantiasa diberi petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala serta diberi kemudahan untuk menunaikannya. Amin

Senin, 12 April 2010

PESTA REUNI

PRIHATIN....dan Terusik Lagi untuk Menulis REUNI....

Diperjalanan pulang dari kantor, ada 3 SMS yang masuk...biasa, curhatan dari teman ESPERO yang masuk golongan IV ( Parah dan Tragis ).
Apa coba yang dicurhatkan....???, dia mulai keder....dia mulai mundur karena kondisi ekonomi, "Keadaanku lagi parah Bon, jadi kalo sudah denger mulai harus bayar, dimana kondisiku masih seperti ini....,kayaknya aku gak bisa ikut Bon...."
Deg...hati ini merasa trenyuh , soalnya aku tahu persis keadaan teman ESPEROku itu yang sudah kuanggap seperti saudara sendiri. Sungguh dalam hati jauh sebelum ini aku sudah mempersiapkan.
" Kamu kuatnya berapa...?, nanti aku sampaikan ke Bimo ; jangan terpancang karena kamu denger harus bayar bulan ini..., itu bagi yang mampu !" Jawabku.
Ada yang bikin geli...tapi itu normatif, dan memang harus dipikirin ; selama ini rekan panitia membuka pembayaran via transfer bank Mandiri dan BCA...dua Bank yang cukup beken untuk masyarakat Indonesia. Tapi masyarakat yang mana...?, karena saudaraku ini gak punya tabungan di Bank !, memang itu salahku yang saat itu memberitahunya "Percuma kamu nabung di bank, andai bulan ini kamu bisa nabung 1jt, bulan depan uangmu tinggal 990rb-an, karena banyak potongan...,mending kau buat usaha jika punya uang " Saranku yang melihat kondisinya tak memungkinkan untuk menabung ( lha wong untuk makan aja susah...kata seorang teman ).
Mungkin sedikit saran dibentuknya Collector yang berperan sebagai BUSER yang SIMPATIK.
Dan juga mulai dibuat suatu kolom untuk besarnya kekuatan teman-teman kita mampu bayarnya dikelas yang mana...?; buka saja dari level perkolom 50rb,100rb,150rb,200rb,250rb , dan tambahan kolom donatur.
Kukatakan BUSER yang SIMPATIK....jadi berfungsi sebagai COLLECTOR yang bisa membaca keadaan teman kita tersebut....dia berasal dari kelas ekonomi apa?, dan kira-kira mampunya bayar berapa?, sekaligus memberi dorongan moril bahwa Kehadirannya untuk memeriahkan acara temu kangen REUNI PERAK itu yang penting, dan merupakan suatu kebahagiaan tersendiri ( jangan memaksakan menagih150rb, dan jangan pasang wajah sinis bila teman kita itu hanya mampu membayar misal 50rb saja, beri senyum dong untuk kemapuan bayarnya yang mungkin bagi teman kita itu sudah terasa maksimal ). jadi mungkin bisa juga mulai didata dulu kemampuan financial dan kepastian ikut-nya; sehingga panitia akan dapat data akurat akan dana yang terkumpul, dan dikondisikan dengan besarnya biaya acara, kalau perlu hal-hal yang berbau mubazir dihilangkan (Misal dekorasi yang mewah,taman,atau hiasan bunga....hilangkan saja, paling juga dibuang nantinya, mending dana untuk itu dialihkan untuk subsidi teman yang mau ikut tapi terpancang kendala biaya ). Memberi apresiasi pada mantan guru memang bagus...,tapi perlu diingat, mungkin guru-guru itu kondisinya lebih baik daripada beberapa teman-teman kita yang berada dilevel Tragis dan Payah...., jadi kita mesti lebih bijak dalam hal ini...
Banyak yang mau aku tulis, tapi seperti biasa...disambung dan berlanjut ya.....

Minggu, 11 April 2010

PESTA REUNI ( Lanjutan )

PENYAKIT REUNI......

Dari beberapa cerita kisah nyata dan hasil curhat teman-teman nich ....yang beberapa hari masuk di mailku dan chatting, juga SMS , atau telpon....; maka aku akan melanjutkan tulisan ini.
Ternyata nich....REUNI itu bisa jadi demam atau penyakit tersendiri.....; artinya ada beberapa hal positif dan negatif yang mempengaruhi kejiwaan teman-teman, tergantung dari seberapa kuatnya Emosional Intelegency-nya teman-teman itu dalam men-sikap-i-nya.
Yang jelas, dari mungkin sekitar 300-an lebih teman-teman seangkatanku di ESPERO'85 memang terdiri dari beberapa kelas strata ekonominya, dan itu yang memang perlu dipikirkan.
Berikut adalah hasil curhatan yang masuk melalui media yang kusebut diatas :
1. Ada yang terlalu berlebihan tanpa memandang kondisi teman-teman yang lainnya; mereka ini memang dari kelas strata tinggi ( karena dari dulu memang dari keluarga berada/kaya ), dimana mereka meminta Reuni itu afdolnya dilakukan di hotel berbintang baru mereka mau datang karena mereka akan datang dengan segala kegagahannya, keberadaannya ( Pakai mobil mewah, jas,dasi,pantalon,sepatu mengkilat, uang segepok jutaan, semuanya serba wah...ibaratnya untuk reuni harus keluar sejuta dalam sehari itu....kecil banget, anggep aja wedhuse ilang siji ); dan perkiraanku dikalas ini ada 15%-lah dari teman-teman kita.
2. Ada yang memaksakan diri , karena mereka takut dibilang tidak sukses, mereka akhirnya jaga gengsi , dan ikut-ikutan mensejajarkan diri dengan kelompok strata atas, meski sebenarnya mereka itu harus jungkir balik untuk proses itu, dan menurutku juga nich... yang termasuk kelompok ini ada 25 %, kelompok ini yang paling rawan akan sakit demam ( hanya memudahkan ungkapanku ).
3. Ada kelompok yang dengan spontan menentang atau keberatan, kelompok ini merupakan kelompok yang berpikir ekonomis baik itu memang karena kondisinya atau kerena memang pola pandangnya demikian, merupakan kelompok yang tampil apa-adanya, gelem yo koyok ngene ora gelem yo wis....lha memang koyok ngene keadaane ; beberapa teman yang menghubungiku merasa...."ya kalo 150rb hanya untuk reuni,padahal lumayan lho bisa untuk belanja seminggu " ; ada juga yang nggresah..."waduh itu uang bensinku sebulan owk" ; juga ada " bisa dicicil gak ya?"; ada pula yang "larang banget...., podho karo bayar sekolah anakku double "...dan lain-lain...dan lain-lain. Dan menurutku kelompok ini ada hampir 50%-60%.
4. Ada lagi kelompok yang tragis....yang gak jelas tingkatannya ada dimana, yang jelas mereka ngumpet, dan hampir tak terdengar suaranya....padahal mereka itu ada aksesnya, ada yang kelas strata atas, mampu,kaya, dan ada juga yang memang "mendelep" atau lagi ancur....; menurutku kelompok ini adalah sisanya dari jumlah prosentase dari di atas.
Perlu aku garis bawahi....bahwa prosentase itu bukan all seluruh dari alumni ESPERO angkatan '85 , melainkan dari jumlah yang telah terdeteksi.
Adapun acuan diskripsi penulisan ini berdasarkan juga dari cerita-cerita dan pemantauan dari jejaring sosial Fcebook yang menampilkan beberapa message dan postingan acara Pra Reuni Akbar yang diselenggarakan teman-teman.
Tulisan ini belum selesai karena memang masih menunggu hasil atau masukkan-masukkan dari teman-teman yang lain.
Ada pesan moral yang mau aku sampaikan sekali lagi kepada teman-temanku ESPERO : Mari kita semarakkan Reuni Akbar (Perak) ESPERO'85 yang Insya Allah jatuh pada tanggal 17 Juli 2010 nanti; datanglah dengan apa adanya, dan dengan jati diri yang murni, dan jagalah rasa kebersamaan antara kita, saling bantu-membantu sesama rekan yang sedang membutuhkan, karena itulah inti dari Reuni ini, bukan pamer unjuk diri akan kesuksesan semata yang menyebabkan diantara kita jadi merasa rendah diri dan minder....Okey....,ketemu dilanjutan tulisanku ini ya......

Sabtu, 10 April 2010

PESTA REUNI

AJANG KREDIBILITAS DI PESTA REUNI
Ketika genderang REUNI teman-teman SMPku mulai ditabuh, maka mulailah perburuan teman-teman; yang Alhamdulillah dengan adanya jejaring sosial semacam Facebook cukup berperan membantu pengumpulan data-data dari teman-teman yang telah tersebar diseluruh antero belahan persada ini.
Acara Finalnya sebagai gebug gong masih lama, karena akan dilakukan di medio Juli nanti, namun beberapa teman yang notabene sahabat-sahabat dekatku saat sekolah itu mulai kusak-kusuk, mereka mempertanyakan seperti apa teman-teman yang lainnya kepadaku, dan akupun dengan senyum menjawab...ya seperti kitalah, sudah 40tahun....., mau kayak apalagi, namun sebenarnya aku tahu maksud dari pertanyaan JK dan LB itu, dengan maksud tak ingin menipu sahabat yang sudah seperti saudaraku tersebut, kupersilahkan mereka membuka account FBku, biar mereka tahu semuanya, namun mereka memilih pinjam account FB dari teman yang ada diSemarang, dan meng-invide namaku, aku tak tahu bagaimana cara mereka melakukan itu, karena aku di Bandung, sementara JK dan LB di Semarang.
Selang 3 hari kemudian mereka bergantian menghubungiku, dan mereka ngedumel..., mereka merasa ngeri, mereka merasa minder akan perbandingan antara kondisi mereka dengan kondisi teman2nya yang tergambar di FB...katanya bagai langit dan bumi, dan akupun tertawa mendengar cerita mereka.
Jangan dianggap kataku, santai aja...gelem yo koyok ngene ora gelem yo wis..., yang penting kalian jangan minder gitu...hadapi aja, mereka boleh kaya, boleh gaya, boleh apa aja...., namun kalian kuharap tetep aja apa adanya...jangan gengsi,jangan merasa hidupnya paling kere....jangan terlalu dipikir ungkapku kepada sahabatku tersebut; itu hanya gambaran temen2 di FB, kenyataannya kita nggak tahu koq.
Merekapun juga menyerangku....iya kamu bisa ngomong gitu, karena kamu di Bandung juga hidup mulya..., aku tertawa mendengarnya....seperti anak-anak yang meri, yang iri ; aku harus gimana lagi ; dan dengan sabar ku tegarkan dan kuteguhkan hati mereka; hidup ini ada yang tinggi ada yang rendah, ada yang makmur ada yang tidak......, kalian lihat aja.....mereka yang di FB itu hanya mungkin kurang dari 25%nya dari total angkatan kita saat itu, jadi anggap aja yang 75% sama seperti kalian...so ngapain minder, yang penting kalian apa adanya....itu sudah membanggakan bagiku.
Tapi kamu pasti datang khan...???, tanya JK dan LB....; ya Insya Allah jawabku; dan mereka dengan rada setengah mengancam berkata padaku; kalau pas tanggal itu kau tak ada di Semarang, kita gak akan hadir, begitu katanya. Aku tertawa....sudah berapa orang temanku SMP yang berkata seperti itu, kalo kamu gak datang, aku juga gak akan datang....
Gitu dulu aja tulisan ini...soalnya aku mau pergi dulu....besok disambung...okey....

Kamis, 08 April 2010

REALITY STORY (VI)

APAKAH REJEKI SUDAH DITETAPKAN ?

Ketika aku mencuci sepeda sehabis diajak ajrut-ajrutan di WARBAN, aku melihat sesuatu yang mau tidak mau membuatku jadi terpana.
Waktu itu ada tukang rongsok lewat di depan rumah, umurnya mungkin sebaya denganku, cuman karena mungkin beban hidup yang dijalaninya sehingga dia terlihat lebih tua dari umurnya....; ( padahal aku mau ngomong kalau aku jauh terlihat lebih muda dibanding dia...cuman gak enak ).
Tukang rongsok itu berpakaian rapi, dan dengan sopan pula mengomentari sepeda yang kucuci...,saat itu aku sudah sampai tahap menyemir ban sepeda. " Sepedanya bagus...., dirawat banget ya Mas..."katanya.
Aku tersenyum " Ya biar awet Pak " jawabku.
"Punya barang bekas atau rongsokan Pak...??, barang elektronik, mesin cuci,kertas, atau koran..." Tanya dia lagi. Sebenarnya ada sich...cuman males banget untuk beranjak dari kegiatanku...; makanya aku hanya menggeleng perlahan sambil tersenyum.
Kemudian ada dia menuju rumah yang baru dibangun, dan menanyakan dengan penuh kesopanan ada atau tidak barang bekas, tapi lagi-lagi dia tak menuai hasil.Dan diapun pergi....
Namun tak lama kemudian, ada lewat tukang rongsok yang umurnya masih lebih muda daripada tukang rongsok yang tadi, pakaiannya, dan cara-cara menanyakan ada atau tidak barang rongsokan jauh banget dengan yang tadi, kesannya tukang rongsok yang berumur lebih muda ini kurang sopan,slengekan,grutal-gratul, dan kumuh. Namun....pas tanya dirumah yang baru dibangun tersebut, dia langsung dapat barang rongsokan....aneh...dan terasa memang aneh...., bagaimana tidak....ada dua orang dengan profesi sama, namun sifat dan gayanya bertentangan ibarat positif dan negatif....eee...malah yang negatif cepak rejekine.
Ternyata barang rongsokannya dari rumah yang dibangunn itu cukup banyak, dan memang tidak bisa tertampung dalam gerobaknya yang memang telah terisi banyak barang rongsok. " Harus dua kali Pak " Serunya sambil cengar-cengir....dan itu aku perhatikan.
Namun tak lama kemudian tukang rongsok yang pertama ternyata lewat lagi; dia berhenti dirumah yang baru dibangun tersebut, dan mendapati temannya yang lebih muda,lebih tidak sopan,lebih slengekan lagi asyik menggotong barang-barang bekas dari dalam rumah tersebut.
" Nah untung kamu lewat, tolong dibantu angkut ya...? " Pinta si tukang rongsok yang muda tersebut kepada tukang rongsok yang tua...., bener-bener gak sopan nadanya kalau ngomong sama orang yang umurnya jauh lebih tua.
Begitulah ceritanya...memang tidak aku selesaikan, namun Anda pasti dapat mencerna akan pesan apa yang terkandung dalam ceritaku ini. Yah rejeki memang telah ditetapkan....kita hanya menjalani hidup ini, dan menantinya sampai waktu menentukan ini rejeki kita, itu bukan rejeki kita, dan lain-lain; dan itu tidak bisa diarahkan karena kita kondisinya lebih baik,lebih sopan,lebih rapi,dan lain-lain; buktinya ya dua oknum tukang rongsok itu...yang tua,sopan,rapi ternyata rejekinya tak sebagus seperti yang muda,tidak sopan,slengekan,dan kumuh.

Jumat, 02 April 2010

BILA JUM'AT SEBAGAI TANGGAL MERAH

BILA HARI JUM'AT JATUH SEBAGAI HARI LIBUR

3 kali sudah hari Jum'at jatuh sebagai hari libur ; yaitu pada tanggal 1 Januari 2010; tanggal 26 Februari 2010 ; dan hari ini tanggal 2 April 2010. Banyak yang senang jika hari Jum'at pas jatuh pada tanggal merah, artinya libur 3 (tiga) hari akan terenyam dengan manisnya, terutama bagi para PNS atau karyawan swasta yang kebetulan hari Sabtunya libur juga ( atau menganut sistim 5 hari kerja ).
Long weekend....itulah istilah favorit yang sering kita dengar bila hari Jum'at atau hari Senin jatuh sebagai tanggal merah, artinya kita akan terjatah libur 3 (tiga) hari...bayangkan, apa enggak enak?.
Seperti Jum'at ini, dan jum'at-jum'at yang biasa aku lalui, aku selalu mendambakan datangnya hari Jum'at itu sebagai hari yang istimewa, karena hari Jum'at adalah hari besar , hari yang terbaik bagi ummat muslim; begitu juga bagiku. Namun Jum'at yang jatuh sebagai hari libur ini membuatku terasa trenyuh, apalagi ketika aku memasukki Masjid guna melakukan kewajiban sholat Jum'at yang memiliki hukum fardhu 'ain bagi kaum laki-laki (muslimin).
Yah....3 kali hari Jum'at jatuh sebagai tanggal merah, 3 kali Jum'at itu kutemui Masjid yang malah lengang dari jamaahnya. Barangkali berbanding terbalik dengan tempat wisata, arena bermain,mall-mall....yang mungkin malah ramai.
Inilah kenyataan yang bisa dijadikan bahan introspeksi diri, banyak saudara-saudara kita kaum muslimin yang mengorbankan hari Jum'at yang mulia dan agunng itu demi sedikit kesenangan dunia yang semu; mereka menukar keabadian yang hakiki dengan kesenangan dunia yang fana ini.
Kuyakin sebagian besar kaum muslimin tahu akan keutamaan dari sholat Jum'at, namun banyak juga diantara mereka yang memilih dengan sengaja atau dengan terpaksa menukarnya dengan acara long weekend yang lebih prestisius dimatanya dan khalayak umumnya.
Semoga dengan tulisan ini, kita bisa berpikir dua-tiga kali untuk mengganti nikmat dan kurnia yang tersembunyi di hari Jum'at dengan kewajiban sholat Jum'at-nya; dibanding dengan kenikmatan dunia yang semu dan menggoda dengan sebutan long weekend-nya.