Rabu, 15 Desember 2010
Masih Masalah Jogyakarta....
Kali ini aku hanya meng-CoPas tulisan tentang masalah yang sedang dialami oleh Jogyakarta ; sebuah tulisan yang bagus untuk dibaca dan dimengerti......
Wakil Ketua MPR RI, Lukman Hakim Saifuddin, meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memahami dan menghargai keistimewaan Jogjakarta. Presiden juga disebut harus memahami keinginan rakyat Jogja, agar Sultan Hamengku Buwono XI langsung menjadi Gubernur Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY), tanpa harus menunggu tuntasnya Rancangan Undang-Undang (RUU) Keistimewaan DIY yang belum rampung dibahas.
“Jadi, Presiden SBY harus punya kearifan dalam melihat aspirasi masyarakat Jogjakarta. Bagaimanapun, Jogjakarta punya latar belakang sendiri sehingga mendapat keistimewaan, dan itu dijamin konstitusi,” kata Lukman Hakim Saifuddin, di gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/11).
Menurut Lukman, posisi Sultan sebagai Gubernur DIY tidak ada kaitannya dengan monarki kepemimpinan. “Sistem monarki itu lebih pada kultural, bukan politik. Sementara pemerintahan Yogyakarta itu, sudah sama tata kelola pemerintahannya dengan republik ini,” tuturnya.
Sebagai sebuah kultur, lanjut Lukman, sudah seharusnya SBY memberikan hak pada Sultan Yogya agar langsung menjadi Gubernur DIY. Sebab, warga Jogjakarta tidak mau diusik soal penetapan gubernurnya, yang mana mayoritas berkehendak agar Sultan menjadi Gubernur DIY.
“Jadi, kita berharap Presiden SBY segera merilis Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta, dan DPR segera mengesahkan Undang-undang tersebut. Apalagi RUU ini sudah lama, sudah bertahun-tahun dan tidak tuntas. Itu harus ada kearifan untuk mempercepat, agar tidak menimbulkan konflik politik,” tegasnya. (fas/jpnn)
Sumber: jpnn.com
Semoga bisa menjadikan manfaat bagi para pembacanya...
Senin, 13 Desember 2010
Ku Ingin....Jogya ya sebagai Jogya....!
Ku Ingin....Jogya ya sebagai Jogya....!
Barangkali ini tulisanku....yang sepenuhnya mendukung Jogyakarta....tetap sebagai Jogyakarta dengan Daerah Keistimewaannya....
Selama ini sudah berjalan baik, tapi kenapa mesthi di-ongkrah-ongkrah...., mesthinya pemerintah tidak sesekali melakukan itu...., mesthinya pemerintah lebih baik dan lebih fokus mengurusi hal-hal yang belum beres di negara ini.....ya korban bencana alam , ya kasus korupsi, ya kasus lapindo, kasus pejabat yang sering plesir , kasus pendidikan , kasus pengangguran, dll....puokoke masih banyak.....
Kini, meski dalam konteks berbeda, ”pemberontakan” barangkali akan dilakukan warga Yogyakarta untuk meneguhkan kembali eksistensinya yang terusik oleh pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kawula Ngayogyakarta Hadiningrat menolak Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang isinya mempereteli kewenangan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.
Bagi masyarakat Yogyakarta, ”pemberontakan” dilakukan bukan dengan mengangkat senjata melainkan cukup dengan sidang paripurna DPRD DIY guna mendukung penetapan HB X sebagai gubernur dan Pakualam (PA) IX sebagai wakil gubernur. Menurut rencana, sidang pleno terbuka yang akan dihadiri berbagai elemen masyarakat Yogyakarta itu digelar Senin (13/12) ini.
Dalam RUUK DIY yang sudah difinalisasi pemerintah pusat, Sultan ditempatkan sebagai gubernur utama dan Pakualam sebagai wakil gubernur utama dengan kewenangan tertentu. Sementara gubernur dan wakil gubernur DIY dipilih langsung oleh rakyat, melalui pilkada. Hal ini sejalan dengan pemikiran SBY yang dilontarkannya pada 26 November 2010, yang setelah menuai kontroversi, SBY melakukan klarifikasi. Ujung-ujungnya sama: Gubernur DIY dipilih langsung, bukan melalui penetapan seperti dikehendaki rakyat Yogyakarta.
Maka, rakyat Yogyakarta pun menolak dan penolakan itu bukan tanpa alasan. Dengan gubernur DIY dipilih secara langsung maka keistimewaan Yogyakarta pun pupus sudah, meskipun dalam RUUK tersebut masih ada enam keistimewaan lainnya. Bagi rakyat Yogyakarta, eksistensi mereka ada ketika diperintah Sultan HB X, sehingga jika Sultan tidak otomatis ditetapkan menjadi gubernur, eksistensi itu pun menjadi absurd.
Keistimewaan DIY bukan diperoleh begitu saja atau taken for granted karena diperoleh melalui proses sejarah panjang. Misalnya HB IX dan Pakualam VIII pada 5 September 1945 mengeluarkan maklumat bahwa Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pakualaman yang bersifat kerajaan adalah daerah istimewa dari RI. Bahkan HB IX merelakan Yogyakarta dijadikan ibu kota negara ketika RI dihimpit kesulitan akibat agresi militer Belanda. Keraton pun direlakan menjadi kantor sementara Presiden Soekarno dan Wapres Mochammad Hatta, dan uang Keraton 5 juta gulden direlakan buat menggaji pegawai istana kepresidenan.
Bukan Monarki
Tidak itu saja, ketika pada 1949 masih terjadi perdebatan mengenai keberadaan negara Republik Indonesia Serikat (RIS), yang dibentuk pasca-Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda, HB IX lantang memproklamasikan DIY bergabung dengan RI. Saat itu RI merupakan bagian dari RIS. Itulah sebabnya mengapa kemudian Yogyakarta mendapat status daerah istimewa dalam konstitusi UUD 1945, termasuk UUD 1945 hasil amandemen, khususnya Pasal 18B ayat (1).
Pernyataan SBY tentang DIY juga ambivalen; hal yang juga dipertanyakan HB X. Dalam draf RUUK DIY disebutkan, Sultan dan Pakualam mempunyai hak imunitas atau kekebalan hukum. Apakah justru ini tidak bertentangan dengan konstitusi yang menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara hukum?
Tidak itu saja. Kalau memang tidak boleh ada keistimewaan di DIY berupa penetapan Sultan sebagai gubernur, mestinya keistimewaan serupa juga tidak diberikan kepada Provinsi DKI Jakarta ataupun NAD dan Papua. Di DKI, wali kota tidak dipilih langsung oleh rakyat tetapi ditetapkan atau diangkat oleh gubernur. Di NAD berlaku syariat Islam. Di Papua, ada Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dan Majelis Rakyat Papua (MRP).
Meski Sultan menjabat gubernur, pelaksanaan pemerintahan di DIY dijalankan sesuai dengan konstitusi dan UU Nomor 22 Tahun 1999 yang kemudian diubah dengan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, bukan dengan sistem monarki. Kini, ketika keistimewaan Yogyakarta coba diusik, apakah rakyat Yogyakarta perlu ”memberontak” kendati bukan dengan mengangkat senjata, untuk meneguhkan kembali eksistensinya?
Cobain saja dipikir.....masak ada gubernur utama dan wakil gubernur utama....??, lucu khan....??? , terus dinalar secara bodoh aja....yang ada selama ini saja sudah baik, sudah ayem tentrem karto raharjo , sudah ngirit lagi.....; cobain saja kalau mesthi ada gubernur dan wakil gubernur kedua berikut perangkatnya..... pasti akan nambah biaya....buat kantoran baru...., minta mobil baru...., minta karyawan baru....,fasilitas2 baru....; yang mungkin untuk pengadaannya saja bisa menimbulkan hal-hal negatif lagi....korupsi misalnya..... ; nepotisme misalnya...., koncoisme misalnya.....belum lagi ada kepentingan-kepentingan pribadi yang lainnya...
ambil contoh ketika pembentukan KBB ( kabupaten Bandung Barat )....yaaah...apa yang terjadi....???, coba cari sendiri beritanya......
Semoga tulisan ini bisa membuka wacana, dan keinsyafan para politikus yang kadang sok neko-neko....; dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembacanya...
Senin, 06 Desember 2010
Minggu, 05 Desember 2010
Doa menyambut Akhir dan Awal tahun Hijriyah
Sehari lagi kita akan memasuki tahun baru Islam, yaitu tahun 1432 Hijriyah (karena hari Selasa , 7 Desember 2010 dinyatakan sebagai hari libur 1 Muharam / tahun baru Hijriyah ). Tahun baru Hijriyah yang jatuh pada 1 Muharam tersebut kalau bagi orang jawa biasa disebut 1 Suro memang cukup memiliki makna tersendiri ( banyak hal dalam kehidupan yang bernuansa jawa akan selalu dikaitkan dengan waktu tersebut ; diantaranya : awal masa mencari ilmu ; masa memualai pencanangan cita-cita , dll ; walau juga banyak yang menganggapnya sebagai malam yang sacral ); Namun demikian sesuai perputaran waktu dan kemajuan jaman maka banyak dari sebagian kita umat Islam yang memandang 'biasa-biasa saja' tahun baru Islam ini namun sesungguhnya saat pergantian tahun baru Islamlah saat yang paling tepat untuk memulai sebuah resolusi baru.
'Resolusi baru', seperti itulah ungkapan yang banyak diucapkan oleh sebagian saudara-saudara kita saat mereka merayakan pergantian tahun baru Masehi. Namun sebenarnya momen yang tepat untuk memulai resolusi baru adalah ketika pergantian tahun baru Islam. Mengapa?
Untuk menjawab pertanyaan di atas kita akan melihat sekilas jauh ke belakang tentang asal muasal dimulainya perhitungan tahun/kalendar Islam (hijriyah). Ketika itu khalifah Umar bin Khattab ra. setelah berunding dengan beberapa penasihatnya akhirnya memutuskan untuk menggunakan tahun dimana Rasulullah Saw. berhijrah dari Mekah ke Madinah sebagai awal permulaan perhitungan kalendar Islam. Momentum hijrah Rasulullah Saw. dianggap mewakili 'era baru', karena bukan halnya saat itu Rasulullah berhasil meloloskan diri dari kota Mekkah yang sudah tidak kondusif lagi bagi perkembangan dakwah beliau namun juga keputusannya untuk berhijrah ke Madinah membawa pelita terang bagi kebangkitan Islam sehingga beliau berhasil membangun pondasi mental dan spiritual bagi umat Islam yang terasa sampai sekarang ini.
Para shalihin mengajarkan kita untuk berdoa ketika menjelang pergantian tahun. Dan dibawah ini adalah doa akhir tahun dan awal tahun yang lafadznya cukup terkenal karena banyak terdapat di buku-buku doa.
Doa Akhir Tahun
Bacalah doa ini tiga kali saat menjelang akhir tahun baru Islam, bisa dilakukan sesudah ashar atau sebelum maghrib pada tanggal 29 atau 30 Dzulhijah. Dengan doa ini kita memohon ketika kita akan mengakhiri perjalanan tahun yang akan ditinggalkan ini akan mendapatkan ampunan dari Allah Swt. atas perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh-Nya, dan apabila dalam tahun yang akan ditinggalkannya itu ada perbuatan-perbuatan yang diridhai oleh Allah Swt yang kita kerjakan, maka mohonlah agar amal shaleh tersebut diterima oleh Allah Swt.
Berikut ini adalah bacaan Doa Akhir Tahun Hijriyah ; sebabagi berikut :
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa shallallaahu 'ala sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.
Allaahumma maa 'amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani 'anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta 'alayya ba'da qudratika 'alaa uquubati wa da'autani ilattaubati minhu ba'da jur'ati alaa ma'siyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa 'amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa'adtani 'alaihits-tsawaaba fas'alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha' rajaai minka yaa karim, wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihii wa sahbihii wa sallam
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.
Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.
Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.
Doa Awal Tahun
Bacalah doa ini tiga kali saat kita memasuki tanggal 1 Muharam. Bisa dilakukan selepas maghrib atau pun sesudahnya. Dengan doa ini kita sebagai Mu'min memohon kepada Allah Swt. agar dalam memasuki tahun baru ini kita dapat meningkatkan amal kebajikan dan ketaqwaan.
Berikut ini adalah Doa Awal Tahun ( menyambut awal tahun ) Hijriyah ; sebagai berikut :
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam.
Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa 'alaa fadhlikal-'azhimi wujuudikal-mu'awwali, wa haadza 'aamun jadidun qad aqbala ilaina nas'alukal 'ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa'ihi wa junuudihi wal'auna 'alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu'i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni
ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.
Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian....
Sabtu, 04 Desember 2010
Amalan-amalan Pembuka Pintu Rejeki (bagian I )
Amalan-amalan Pembuka Pintu Rejeki ( bagian I )
Seringkali kita sebagai manusia yang wajar dan normal akan selalu merasa risau manakala kita melihat kondisi perekonomian kita carut marut , serba merasa kurang , atau mempunyai keinginan dan cita-cita yang belum juga bisa terwujud dikarenakan kondisi perekonomian yang masih carut marut tersebut, sehingga kita merasa resah, merasa hidup selalu kurang, merasa hidup tak nyaman. Adakalanya kita sudah bekerja keras, sudah berdoa dengan baik, namun hasil yang kita harapan selalu saja masih jauh dari yang minimalnya kita inginkan.
Yang dinamakan rejeki itu banyak sekali , bisa berupa umur panjang , kesehatan, kesempatan dan kelapangan hidup , kemudahan untuk melakukan ini itu, rejeki berupa kemudahan bekerja , berdagang, dan lain-lain ; dan yang paling bikin risau dan resah pada kebanyakan manusia atau orang yaitu hanya rejeki yang berkaitan dengan masalah ekonomi atau singkatnya UUD ( ujung-ujungnya duit – gimana caranya cepat punya uang banyak, sehingga bisa beli rumah, beli mobil, motor , menikah, naik haji, berqurban, dll )
Berikut ini adalah tulisan mengenai amalan-amalan yang Insya Allah bila kita lakukan, bila kita amalkan dengan penih keyakinan dan keikhlasan, maka Allah SWT akan membukakan pintu rejeki dan mengalirkan rejeki kepada kita.
Dalam mengharapkan rejeki yang baik , sebenarnya manusia hanya dapat mengharapkan pertolongan dari Allah Azza Wa Jalla. Tidak dapat menggantungkan diri kepada makhluk lain. Hanya Allah Robbul Alamin yang berhak untuk dimintai pertolongan ‘Iyyaka nasyta’in’, datangnya pertolongan itu hanyalah dari Robb semata.
Manusia dan kelompok yang menggantungkan hidupnya kepada makhluk lainnya,mereka pasti akan mendapatkan dirinya terjatuh ke dalam lembah kehinaan dan kesesatan belaka. Boleh jadi dalam hal ini (yaitu cara cepat menghasilkan rejeki dan kekayaan ) memang akan begitu cepat terwujud , namun cara yang digunakan secara salah, secara instan, dengan cara bathil itu hanya akan memberikan hasil rejeki yang tiada abadi, karena rejeki tersebut diluar dari keridhoan Allah….Dzat Yang Maha Kaya.
Adapun diantara pintu yang akan mengantarkan pintu rejeki, dan menjauhkan diri dari kesempitan hidup adalah :
1. Membaca “La Hawla Wala Quwwata Illa Billaah”.
Barang siapa yang lambat rezekinya hendaklah banyak mengucapkan La Hawla Wala Quwwata Illa Billaah (HR.At-Tabrani).
2. Membaca “La ilaha illallaahul malikul haqqul mubin”.
Barangsiapa yang membaca “La ilaha illallaahul malikul haqqul mubin”, maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut dalam kubur”. (HR. Abu Nu’aim dan Ad-Dailami).
3. Melanggengkan Istighfar.
“Barangsiapa melanggengkan istighfar, niscaya Allah mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan dan memberikan dia rezeki dari arah yang tidak diduganya”. (HR.Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
4. Membaca Surah Al-Ikhlas.
“Barangsiapa yang membaca surah al-Ikhlas ketika masuk rumah, maka (berkah bacaan) menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya”. (HR.Tabrani).
5. Membaca surah al-Waqi’ah
“Barangsiapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup”. (HR. Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).
6. Memperbanyak Shalawat atas Nabi Shallahu Alaihi Wa Sallam.
Ubay bin Ka’ab meriwayatkan, bila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah SAW berdiri seraya bersabda, “Wahai manusia, berzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupan (sangkakala kiamat), pertama kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang kematian dan segala kesulitan yang ada di dalamnya”.
7. Membaca “Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil ‘adzhim.
Dari setiap kalimat itu seorang malaikat yang bertasbih kepada Allah Ta’ala sampai diberikan untukmu sampai hari Kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu”. (HR.Al-Mustaqfiri dalam Ad-Da’wat, dinukilkan dari Ihya Ulumuddin al-Ghazali).
Sementara itu, diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ada beberapa orang musyrik yang telah berbuat maksiat dan dosa, yaitu mereka membunuh dan berzina. Maka, mereka menghadap Rasulullah untuk bertobat. Mereka pun bertanya kepada beliau, apakah akan diterima tobat mereka? Maka, turunlah ayat ini yang menerangkan hendaknya jangan berputus asa untuk terus mencari ampunan Allah Rabbul Alamin.
“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang”. (QS. Az-Zummar : 53)
Manusia dan kelompok yang menggantungkan hidupnya kepada makhluk lainnya,mereka pasti akan mendapatkan dirinya terjatuh ke dalam lembah kehinaan dan kesesatan belaka. Boleh jadi dalam hal ini (yaitu cara cepat menghasilkan rejeki dan kekayaan ) memang akan begitu cepat terwujud , namun cara yang digunakan secara salah, secara instan, dengan cara bathil itu hanya akan memberikan hasil rejeki yang tiada abadi, karena rejeki tersebut diluar dari keridhoan Allah….Dzat Yang Maha Kaya.
Adapun diantara pintu yang akan mengantarkan pintu rejeki, dan menjauhkan diri dari kesempitan hidup adalah :
1. Membaca “La Hawla Wala Quwwata Illa Billaah”.
Barang siapa yang lambat rezekinya hendaklah banyak mengucapkan La Hawla Wala Quwwata Illa Billaah (HR.At-Tabrani).
2. Membaca “La ilaha illallaahul malikul haqqul mubin”.
Barangsiapa yang membaca “La ilaha illallaahul malikul haqqul mubin”, maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut dalam kubur”. (HR. Abu Nu’aim dan Ad-Dailami).
3. Melanggengkan Istighfar.
“Barangsiapa melanggengkan istighfar, niscaya Allah mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan dan memberikan dia rezeki dari arah yang tidak diduganya”. (HR.Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
4. Membaca Surah Al-Ikhlas.
“Barangsiapa yang membaca surah al-Ikhlas ketika masuk rumah, maka (berkah bacaan) menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya”. (HR.Tabrani).
5. Membaca surah al-Waqi’ah
“Barangsiapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup”. (HR. Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).
6. Memperbanyak Shalawat atas Nabi Shallahu Alaihi Wa Sallam.
Ubay bin Ka’ab meriwayatkan, bila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah SAW berdiri seraya bersabda, “Wahai manusia, berzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupan (sangkakala kiamat), pertama kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang kematian dan segala kesulitan yang ada di dalamnya”.
7. Membaca “Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil ‘adzhim.
Dari setiap kalimat itu seorang malaikat yang bertasbih kepada Allah Ta’ala sampai diberikan untukmu sampai hari Kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu”. (HR.Al-Mustaqfiri dalam Ad-Da’wat, dinukilkan dari Ihya Ulumuddin al-Ghazali).
Sementara itu, diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ada beberapa orang musyrik yang telah berbuat maksiat dan dosa, yaitu mereka membunuh dan berzina. Maka, mereka menghadap Rasulullah untuk bertobat. Mereka pun bertanya kepada beliau, apakah akan diterima tobat mereka? Maka, turunlah ayat ini yang menerangkan hendaknya jangan berputus asa untuk terus mencari ampunan Allah Rabbul Alamin.
“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang”. (QS. Az-Zummar : 53)
Amalan diatas itu baru amalan yang bersifat dzikir baik membaca dzikir, memuji asma Allah , maupun membaca ayat-ayat yang sebagai firmanNya ; masih ada amalan lainnya yang bisa mendatangkan terbukannya pintu rejeki, nantikan tulisanku berikutnya…..
Semoga tulisan yang belum tuntas ini bisa memberikan manfaat tersendiri bagi para pembacanya….
Kamis, 02 Desember 2010
Bahaya Yang Mengancam Agama Dicari Ulama yang Wara' dan Pemimpin yang Adil
PERLUNYA ULAMA yang WARA' dan PEMIMPIN yang ADIL
Aafatud diini tsalaatsatun, faqiihun faajirun, wa imaamun jaairun wa mujtahidun jaahilun.
Artinya: "Penyakit yang mengancam agama ada tiga. Seorang ahli fiqih yang rusak perilakunya, pemimpin yang dzholim dan seorang mujtahid yang bodoh"
Secara umum manusia punya naluri beragama. Agama sebagai jalan hidup bagi manusia. Namun, dalam pelaksanaannya memang manusia mempunyai pilihan yang tidak sama. Ada yang memeluk Islam, tapi tidak sedikit yang berpaling dan memeluk agama yang lain. Kita sebagai ummat Islam, harus memegangi agama kita ini sampai akhir hayat kita. Jangan sampai agama ini ucul (lepas) dari hati kita
Agama yang mestinya jadi pegangan hidup ini, ternyata bisa dirusak oleh perbuatan-perbuatan dan orang-orang tertentu. Hadits ringkas ini memberikan peringatan adanya bahaya-bahaya yang bisa merusak agama.
Agama dikatakan rusak apabila pemahaman terhadap agama dan praktek pelaksanannya sudah keliru. Agama juga akan rusak ketika orang awam tidak lagi percaya terhadap agama dan para ahli agama (ulama). Agama juga dikatakan rusak kalau orang-orang non muslim sudah tidak lagi simpati bahkan mengejek Islam akibat banyaknya perilaku ummat Islam yang rusak (seperti banyaknya orang yang sudah bergelar haji tapi ya korupsi). Agama juga dikatakan rusak apabila banyak orang yang prilakunya bertolak belakang dengan perkataannya. Banyak yang disebut ahli agama tapi kelakuannya tidak karuan. Agama juga akan rusak manakala ummat sudah kesulitan melaksanakan agamanya akibat para pemimpin yang dzholim dan tidak suka kehidupan keagamaan berkembang. Agama juga bisa rusak kalau pendidikan Islam tidak lagi berhasil dan tertanam dalam jiwa generasinya. Orang sudah tidak lagi minat belajar agama, kalaupun belajar agama sekedar formalitas saja. Nilai dan ruh ajarannya tidak masuk dalam jiwa dan prilaku mereka.
Dalam hadits di atas disebutkan tiga kelompok manusia yang sangat berpengaruh pada rusaknya agama. Berikut ini ketiga kelompok tersebut.
Ahli Hukum (fiqih) yang Prilakunya Rusak.
Para ahli fiqh atau ahli hukum agama merupakan orang yang sangat penting dalam kehidupan umat. Mereka adalah tempat umat meminta bimbingan dan nasehat. Mereka adalah sumber ilmu pengetahuan. Karena kedudukan mereka begitu penting, maka pengaruh mrerekapun akan sangat besar bagi umat. Dengan demikian, kalau mereka baik insya Allah ummat akan baik, tapi kalau mereka sendiri prilakunya rusak, ya jangan harap umat akan baik. Makanya, rusaknya prilaku ahli fiqih atau ahli hukum termasuk salah satu bahaya yang mengancam agama.
Para ahli agama mestinya menjadi teladan bagi ummat. Mereka layaknya sebagai guru yang digugu dan ditiru. Lha, kalau mereka yang dijadikan teladannya rusak gimana umatnya nanti. Masak ahli agama kok hidupnya tamak alias serakah. Karena tamak, dia berani melakukan sesuatu yang tidak pantas untuk seorang ahli agama. Masak ahli agama suka menyebarkan fitnah. Fitnah dia sebarkan karena punya perasaan iri terhadap orang lain yang dianggap lebih dihormati, dimuliakan atau dijadikan jujugan umat. Ahli agama yang seperti ini akan berani melakukan berbagai macam hal yang bisa menabrak norma-norma agama.
Nah, karena prilaku mereka rusak, umat akhirnya tidak mau lagi menerima dakwah. Dakwah jadi macet, karena para ahli agamanya tidak lagi dipercaya oleh umat. Lha gimana mau dipercaya wong prilakunya tidak sesuai dengan ucapannya. Menyuruh ummat supaya menjauhi dosa tapi dia sendiri sering berbuat dosa. Menyuruh orang rajin sedekah, sementara dia sendiri pelitnya minta ampun. Menyuruh umat agar menjaga lisan, tapi dia sendiri penebar fitnah dan gosip.
Oleh karena itu, sebagai panutan umat, para ulama, ahli fikih dan sebagainya itu harus mampu memposisikan diri. Mereka harus berusaha menjadi suri taauladan yang baik. Tentu, yang paling utama adalah harus komit dengan ucapannya. Artinya kalau menyuruh orang berbuat baik, ya dirinya sendiri harus berupaya untuk melakukan kebaikan itu. Kalau melarang kemunkaran, ya harus memulai sendiri berusaha menjauhi kemunkaran. Masak, menyuruh orang tapi dia tidak melakukan, melarang orang tapi dirinya sendiri ngelakoni. Gusti Allah SWT sudah wanti-wanti dalam al-Qur'an: "Wahai orang-orang yang beriman kenapa kalian mengatakan apa yang kalian tidak lakukan. Kemurkaan besar bagi Allah kalau kalian mengucapkan apa yang kalian tidak lakukan". (QS. As-Shof: 2-3).
Demikian juga, Rasulullah SAW memberi peringata bagi mereka yang hanya ngomong saja, tapi tidak mau ngelakoni. Beliau dawuh:"Didatangkan seorang laki-laki pada hari kiamat, ia dilemparkan ke neraka maka keluarlah semua isi perutnya kemudian dia diputar-putar (dengan isi perut itu) seperti seekor keledai yang berputar-putar di tanah lapang, maka para penduduk neraka berkumpul kepadanya, mereka bertanya: "Ya fulan apa yang terjadi padamu?, bukankah kamu memerintahkan kebaikan dan melarang kemunkaran". Ia berkata: "Ia , saya memerintahkan kebaikan tapi tidak melakukannya dan saya melarang kemunkarantapi saya (sendiri) melakukannya." (HR. Bukhari Muslim)
Pemimpin yang Dzholim
Golongan kedua yang bisa mengancam atau membahayakan agama adalah para pemimpin. Kalau pemimpinnya dzolim atau rusak maka agama bisa jadi rusak. Kerusakan agama berkaitan dengan kedzholiman pemimpin yaitu sulitnya pelaksanaan agama dengan baik. Dakwah dibatasi dan dipersulit. Para ulama tidak lagi diberi kebebasan untuk membina masyarakat, menyebarkan ilmu kepada umat. Bahkan dalam tahap tertentu bahkan tidak jarang ulama yang dikejar-kejar bahkan sampai dipenjara karena dianggap menghalangi sepak terjang mereka, mengganggu kebebasan mereka. Bagaimanapun para pemimpinlah yang memiliki kekuasaan dalam mengkondisika umat. Kesejahteraan dan kemakmuran sebuah bangsa atau masyarakat sangat dipengaruhi oleh kebijakan para penguasa. Kalau mereka dzolim, angkara murka dan semena-mena maka rakyat bisa sengsara. Apalagi, kalau para pemimpinnya seneng kemunkaran, suka kemaksiatan.
Seorang pemimpin harus sadar, bahwa kedudukannya harus mendatangkan kebaikan dunia dan akhiratnya. Kepemimpinannya akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. Apa nggak takut, kalau sampai umat kesulitan mengamalkan agama gara-gara kebijakannya yang tidak mendukung mereka. Dalam sebuah kaidah disebutkan "Tashoruful imaami manuutun bil mashlahah" (Kebijakan seorang pemimpin harus berdasarkan dan mencerminkan kemashlahatan bagi umat). Sungguh celaka pemimpin yang membiarkan rakyatnya kesusahan dan tertekan gara-gara pemimpinnya yang hanya mementingkan kesenangannya.
Mujtahid yang Bodoh
Golongan ketiga yang juga bisa menjadi ancaman bagi kelangsungan agama adalah para mujtahid hukum yaitu orang yang dianggap ahli hukum, ahli fatwa atau yang menggali hukum agama namun ternyata ilmunya kosong. Penampilannya meyakinkan, omongannya duwur, sehingga orang dengan mudah percaya kepadanya.
Ini juga berbahaya. Kalau orang mengira dia ahli agama, ahli hukum dan sebagainya sementara ilmunya pas-pasan atau bahkan tidak punya ilmu lantas mereka minta pendapat nanti bisa jadi keliru. Kalau fatwa atau pendapat hukumnya keliru lantas diikuti umat nanti kan jadi sesat menyesatkan. Akhirnya umat jauh dari tuntunan ajaran Islam yang dibawa oleh kanjeng Nabi.
Dalam sebuah hadits disebutkan. Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan sekali cabut dari manusia, tapi mengambilnya dengan mengambil nyawa para ulama, sampai ketik tidak ada lagi orang yang alim mereka akan mengambil para pemimpin yang bodoh, mereka ditanya kemudian memberi fatwa tanpa ilmu, mereka tersesat dan menyesatkan. (HR. Bukhari Muslim).
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semua....
Aafatud diini tsalaatsatun, faqiihun faajirun, wa imaamun jaairun wa mujtahidun jaahilun.
Artinya: "Penyakit yang mengancam agama ada tiga. Seorang ahli fiqih yang rusak perilakunya, pemimpin yang dzholim dan seorang mujtahid yang bodoh"
Secara umum manusia punya naluri beragama. Agama sebagai jalan hidup bagi manusia. Namun, dalam pelaksanaannya memang manusia mempunyai pilihan yang tidak sama. Ada yang memeluk Islam, tapi tidak sedikit yang berpaling dan memeluk agama yang lain. Kita sebagai ummat Islam, harus memegangi agama kita ini sampai akhir hayat kita. Jangan sampai agama ini ucul (lepas) dari hati kita
Agama yang mestinya jadi pegangan hidup ini, ternyata bisa dirusak oleh perbuatan-perbuatan dan orang-orang tertentu. Hadits ringkas ini memberikan peringatan adanya bahaya-bahaya yang bisa merusak agama.
Agama dikatakan rusak apabila pemahaman terhadap agama dan praktek pelaksanannya sudah keliru. Agama juga akan rusak ketika orang awam tidak lagi percaya terhadap agama dan para ahli agama (ulama). Agama juga dikatakan rusak kalau orang-orang non muslim sudah tidak lagi simpati bahkan mengejek Islam akibat banyaknya perilaku ummat Islam yang rusak (seperti banyaknya orang yang sudah bergelar haji tapi ya korupsi). Agama juga dikatakan rusak apabila banyak orang yang prilakunya bertolak belakang dengan perkataannya. Banyak yang disebut ahli agama tapi kelakuannya tidak karuan. Agama juga akan rusak manakala ummat sudah kesulitan melaksanakan agamanya akibat para pemimpin yang dzholim dan tidak suka kehidupan keagamaan berkembang. Agama juga bisa rusak kalau pendidikan Islam tidak lagi berhasil dan tertanam dalam jiwa generasinya. Orang sudah tidak lagi minat belajar agama, kalaupun belajar agama sekedar formalitas saja. Nilai dan ruh ajarannya tidak masuk dalam jiwa dan prilaku mereka.
Dalam hadits di atas disebutkan tiga kelompok manusia yang sangat berpengaruh pada rusaknya agama. Berikut ini ketiga kelompok tersebut.
Ahli Hukum (fiqih) yang Prilakunya Rusak.
Para ahli fiqh atau ahli hukum agama merupakan orang yang sangat penting dalam kehidupan umat. Mereka adalah tempat umat meminta bimbingan dan nasehat. Mereka adalah sumber ilmu pengetahuan. Karena kedudukan mereka begitu penting, maka pengaruh mrerekapun akan sangat besar bagi umat. Dengan demikian, kalau mereka baik insya Allah ummat akan baik, tapi kalau mereka sendiri prilakunya rusak, ya jangan harap umat akan baik. Makanya, rusaknya prilaku ahli fiqih atau ahli hukum termasuk salah satu bahaya yang mengancam agama.
Para ahli agama mestinya menjadi teladan bagi ummat. Mereka layaknya sebagai guru yang digugu dan ditiru. Lha, kalau mereka yang dijadikan teladannya rusak gimana umatnya nanti. Masak ahli agama kok hidupnya tamak alias serakah. Karena tamak, dia berani melakukan sesuatu yang tidak pantas untuk seorang ahli agama. Masak ahli agama suka menyebarkan fitnah. Fitnah dia sebarkan karena punya perasaan iri terhadap orang lain yang dianggap lebih dihormati, dimuliakan atau dijadikan jujugan umat. Ahli agama yang seperti ini akan berani melakukan berbagai macam hal yang bisa menabrak norma-norma agama.
Nah, karena prilaku mereka rusak, umat akhirnya tidak mau lagi menerima dakwah. Dakwah jadi macet, karena para ahli agamanya tidak lagi dipercaya oleh umat. Lha gimana mau dipercaya wong prilakunya tidak sesuai dengan ucapannya. Menyuruh ummat supaya menjauhi dosa tapi dia sendiri sering berbuat dosa. Menyuruh orang rajin sedekah, sementara dia sendiri pelitnya minta ampun. Menyuruh umat agar menjaga lisan, tapi dia sendiri penebar fitnah dan gosip.
Oleh karena itu, sebagai panutan umat, para ulama, ahli fikih dan sebagainya itu harus mampu memposisikan diri. Mereka harus berusaha menjadi suri taauladan yang baik. Tentu, yang paling utama adalah harus komit dengan ucapannya. Artinya kalau menyuruh orang berbuat baik, ya dirinya sendiri harus berupaya untuk melakukan kebaikan itu. Kalau melarang kemunkaran, ya harus memulai sendiri berusaha menjauhi kemunkaran. Masak, menyuruh orang tapi dia tidak melakukan, melarang orang tapi dirinya sendiri ngelakoni. Gusti Allah SWT sudah wanti-wanti dalam al-Qur'an: "Wahai orang-orang yang beriman kenapa kalian mengatakan apa yang kalian tidak lakukan. Kemurkaan besar bagi Allah kalau kalian mengucapkan apa yang kalian tidak lakukan". (QS. As-Shof: 2-3).
Demikian juga, Rasulullah SAW memberi peringata bagi mereka yang hanya ngomong saja, tapi tidak mau ngelakoni. Beliau dawuh:"Didatangkan seorang laki-laki pada hari kiamat, ia dilemparkan ke neraka maka keluarlah semua isi perutnya kemudian dia diputar-putar (dengan isi perut itu) seperti seekor keledai yang berputar-putar di tanah lapang, maka para penduduk neraka berkumpul kepadanya, mereka bertanya: "Ya fulan apa yang terjadi padamu?, bukankah kamu memerintahkan kebaikan dan melarang kemunkaran". Ia berkata: "Ia , saya memerintahkan kebaikan tapi tidak melakukannya dan saya melarang kemunkarantapi saya (sendiri) melakukannya." (HR. Bukhari Muslim)
Pemimpin yang Dzholim
Golongan kedua yang bisa mengancam atau membahayakan agama adalah para pemimpin. Kalau pemimpinnya dzolim atau rusak maka agama bisa jadi rusak. Kerusakan agama berkaitan dengan kedzholiman pemimpin yaitu sulitnya pelaksanaan agama dengan baik. Dakwah dibatasi dan dipersulit. Para ulama tidak lagi diberi kebebasan untuk membina masyarakat, menyebarkan ilmu kepada umat. Bahkan dalam tahap tertentu bahkan tidak jarang ulama yang dikejar-kejar bahkan sampai dipenjara karena dianggap menghalangi sepak terjang mereka, mengganggu kebebasan mereka. Bagaimanapun para pemimpinlah yang memiliki kekuasaan dalam mengkondisika umat. Kesejahteraan dan kemakmuran sebuah bangsa atau masyarakat sangat dipengaruhi oleh kebijakan para penguasa. Kalau mereka dzolim, angkara murka dan semena-mena maka rakyat bisa sengsara. Apalagi, kalau para pemimpinnya seneng kemunkaran, suka kemaksiatan.
Seorang pemimpin harus sadar, bahwa kedudukannya harus mendatangkan kebaikan dunia dan akhiratnya. Kepemimpinannya akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. Apa nggak takut, kalau sampai umat kesulitan mengamalkan agama gara-gara kebijakannya yang tidak mendukung mereka. Dalam sebuah kaidah disebutkan "Tashoruful imaami manuutun bil mashlahah" (Kebijakan seorang pemimpin harus berdasarkan dan mencerminkan kemashlahatan bagi umat). Sungguh celaka pemimpin yang membiarkan rakyatnya kesusahan dan tertekan gara-gara pemimpinnya yang hanya mementingkan kesenangannya.
Mujtahid yang Bodoh
Golongan ketiga yang juga bisa menjadi ancaman bagi kelangsungan agama adalah para mujtahid hukum yaitu orang yang dianggap ahli hukum, ahli fatwa atau yang menggali hukum agama namun ternyata ilmunya kosong. Penampilannya meyakinkan, omongannya duwur, sehingga orang dengan mudah percaya kepadanya.
Ini juga berbahaya. Kalau orang mengira dia ahli agama, ahli hukum dan sebagainya sementara ilmunya pas-pasan atau bahkan tidak punya ilmu lantas mereka minta pendapat nanti bisa jadi keliru. Kalau fatwa atau pendapat hukumnya keliru lantas diikuti umat nanti kan jadi sesat menyesatkan. Akhirnya umat jauh dari tuntunan ajaran Islam yang dibawa oleh kanjeng Nabi.
Dalam sebuah hadits disebutkan. Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan sekali cabut dari manusia, tapi mengambilnya dengan mengambil nyawa para ulama, sampai ketik tidak ada lagi orang yang alim mereka akan mengambil para pemimpin yang bodoh, mereka ditanya kemudian memberi fatwa tanpa ilmu, mereka tersesat dan menyesatkan. (HR. Bukhari Muslim).
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semua....
Rabu, 01 Desember 2010
Doa yang baik akan selalu terkabul.
Doa yang baik akan selalu terkabul.
Untuk Seorang Sahabat atau untuk semua orang yang berkenan membacanya , semoga tulisanku ini bermanfaat .
Tulisan ini hanya sekedar mengingatkan diri untuk selalu introspeksi dan mengambil hikmah-hikmah dari kejadiannya.
Curhatan seorang teman yang menjadi dasar tulisanku ini. Yaah…..memang seringkali kita menginginkan sesuatu itu berjalan mulus, sehingga kita bisa mengecap nilainya suatu kebahagiaan dikarenakan apa yang jadi tujuan keinginan kita bisa tercapai sesuai waktu, bahkan mungkin lebih cepat dari yang semestinya. Dan yaaah…..namun seringkali juga apa yang jadi keinginan kita, tak bisa tergapai-gapai ; padahal kita sudah berusaha , padahal kita sudah berdoa , padahal kita sudah berbuat dan beramal kebaikan guna mensupport keinginan tersebut , dan padahal kita sudah lakuin semuanya…..
Mungkin ini adalah yang perlu kita ketahui… ; dan yakinlah bahwa apa yang kita ushakan dengan baik ; Insya Allah….akan selalu membuahkan hasilnya ; adapun bila kita sudah menjalankan sesuai koridor yang diridhoi olehNya , namun belum membuahkan hasil ; mungkin :
1. Barangkali Allah melihat celah dan effect negative dikemudian hari bila hal tersebut dikabulkan bagimu…., dan untuk ini maka bersyukurlah…
2. Barangkali Allah mengetahui bahwa amalan-amalan pendukungnya belum didasari dengan ketulusan dan keikhlasan, dank au masih melakukan hal-hal yang tak berkenan dimata Allah….; dan untuk ini maka benahilah , dan bersyukurlah…..
3. Barangkali Allah menggantikan dengan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kita inginkan jadi tujuan tersebut….; dan untuk ini maka nikmati dan bersyukurlah….
4. Barangkali Allah sangat rindu akan doa,dzikir, amalanmu, sehingga Dia memang menahannya untuk beberapa saat , karena dikhawatirkan bila semua keinginannmu dikabulkan , maka kau akan menjauh dan mulai melupakan doa,dzikir, dan segala amalan baikmu….; dan untuk ini maka bersyukurlah…
5. Barangkali Allah menundanya kebahagiaanmu itu di dunia ini , untuk kelak Dia berikan semuanya secara tunai di negeri akherat yang kekal abadi…..; dan untuk itu maka bersyukurlah….
Mungkin hanya itu yang dapat kutuliskan ; dan ingatlah akan : “ Sungguh ajaib sifat orang muslim yang sejati itu ; ketika dia diberi kenikmatan maka dia bersyukur , dan itu lebih baik baginya ; dan bila diberi cobaan dan kesengsaraan , maka dia tetap bersyukur , dan itu akan lebih baik baginya “
Semoga tulisan yang singkat ini dapat bermanfaat bagi kita semua…..
Langganan:
Postingan (Atom)




