Selasa, 29 November 2011

TENTANG SAHABAT (Secarik kisah sahabat sebagi pelajaran hidup)


Sambil dengerin lagu apiknya Peterpan , jadi teringat seorang sahabat ; tapi....apakah kau pernah dengar lagu sederhana ini , tapi enak didengar dan diresapi liriknya ? :

waktu terasa semakin kelabu
tinggalkan cerita tentang kita
akan tiada lagi kini tawamu
tuk hapuskan semua sepi di hati
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
reff: ada cerita tentang aku dan dia
dan kita bersama saat dulu kala
ada cerita tentang masa yang indah
saat kita berduka, saat kita tertawa
teringat di saat kita tertawa bersama
ceritakan semua tentang kita

he he he....., bicara tentang sahabat atau arti dari seorang sahabat ; mungkin benar juga kata orang : " sahabat yang baik mungkin akan lebih baik dari tetangga kita, atau bahkan mungkin lebih baik dari saudara kita "
Dan aku punya sahabat, dulu pertama kali aku datang ke Bandung , dia adalah teman kost-ku . Karena umurnya jauh banget dibawahku, maka sudah kuanggap adik sendiri. Nasib dan takdir memang membedakan jalan dan rejeki kehidupan , ketika aku baru datang , baru mulai dapat kost, baru mulai awal bekerja di tanah pasundan ini , kehidupan rejekiku memang melebihi dari kehidupan rejekinya yang telah 7th lebih berkarier di perusahaan tekstil.
Sahabatku itu orangnya begitu sederhana , gak neko-neko , sangat religius , dan cenderung takut pada lawan jenisnya. Itu yang aku suka, disamping dia memang ramah dan penurut.
Setiap ada masalah dia selalu mendiskusikan denganku , minta pertimbangan , dan minta solusi yang terbaik. Meski aku bukanlah orang pintar , bukanlah pakar ahli.....namun apapun yang aku sampaikan dia akan patuh menjalankannya ; meski kadang aku hanya memberinya solusi dan tentunya kebebasan bulat baginya untuk memilih solusi dariku atau dari pemikirannya sendiri ; Yeee..... meski dia akan manut dan patuh serta senang akan solusi yang kuberikan, namun aku gak sembarangan saja memberinya solusi tersebut ; aku selalu memikirkan secara fokus termasuk efek2nya bila sahabatku itu menerima dan menjalankan solusi yang aku berikan.
Pernah suatu saat dimana nasib mujur tak berpihak padanya : dia di PHK , coba buka usaha malah ditipu , dll ; semua dia ceritakan , dan karena kondisiku yang memang selalu juga terbuka, jujur padanya , aku hanya bisa menguatkan jiwanya dengan menasehatinya akan kesabaran dan ketabahan hati.
"Terimalah pekerjaan tsb , karena kau butuh , meski sedikit hasilnya, namun bila kau jalani dengan benar,ikhlas, dan tulus serta niat ibadah....Insya Allah; Allah akan memberimu dan menambah rejekimu " itulah nasehat dan solusi yang kusampaikan saat dia harus menerima pekerjaan menjadi karyawan harian lepas di perusahaan tekstil yang hanya diberi gaji Rp.17.500,-/hari.
aku bisa membayangkan nilai pendapatannya perbulan yang jauh dari kecukupan untuk biaya hidupnya dikota Bandung untuk bayar kost, makan, transport,dll. Dengan kondisi yang minus tersebut , masih ada kebaikan yang menemuinya , ada seorang ibu (teman kost )yang sangat baik dan menganggapnya seperti anaknya sendiri ( mungkin jengkel karena anaknya tak ada yang sopan dan menghormatinya sebagai seoarang ibu ). Ibu itulah yang membantu memberi makan sahabatku tersebut 2x sehari, dan sahabatku itu  hanya mampu memberi ganti uang makan Rp.50.000,-/minggu.
Suatu saat dia menemuiku : " Mas Bono..., tolong aku didoain , aku lagi melamar pekerjaan A " ; dan aku mendoakan ; ketika itu dia datang lagi : " Mas Bono , Alhamdulillah ,aku dapat panggilan untuk test pada tanggal  X , tolong aku didoain " ; dan aku mendoakan ; ketika istriku sakit , aku tak masuk kerja, dia mencariku dengan bertamu dikantor; karena gak ketemu, diapun akhirnya SMS : " Alhamdulillah , aku diterima Mas Bono " ; karena aku malas ngetik jawaban SMS, akupun langsung meneleponnya dan mengucapkan selamat dan memberinya wejangan bila bekerja di institusi yang lebih keren dari skala pabrik ; ketika dia menanyakan perihal aku tak masuk dan kujawab bahwa istriku sakit dan diopname di RS , dia langsung kurasakan sedih nada bicaranya : " aku gak punya uang untuk mbezuk Mas , paling aku hanya bisa berdoa semoga cepat sembuh "....nada bicaranya seakan mau menangis.
Ketika istriku sdh sehat dan aku kembali masuk kerja ; sahabatku itu pulang kerja mampir dikantorku...., pakaiannya agak basah menerjang hujan sore hari, dimana dia harus berjalan 1km menuju kantorku dari tempat kerjanya.
Sahabatku itu langsung menanyakan keadaan istriku, keadaanku , baru dia bercerita tentang pekerjaan baru yang mulai dia jalani ; juga bercerita tentang ibu yang selama ini membantunya memberi makanan. "Inilah kehidupan , Mak Titing sekarang kalau roda sedang berada dibawah , kehidupan rejekimu mulai membaik , maka pesanku : berbaiklah ppada Mak Titing , gantian kau yang harus peduli pada beliau ". ( dari cerita sahabatku : ibu itu juga di PHK setelah lebaran , kemudian uang pesangonnya mulai menipis untuk biaya kehidupan sehariannya , namun ibu itu tak pernah menyerah , dia tetap berusaha dan bekerja , menjadi penggulung benang dengan mesin peralatan manual yang sederhana dengan upah Rp.50.000,-/minggu  ; ini adalah pengupahan yang lebih tragis lagi dari upah seorang PRT )
Cerita sahabatku itu memberiku pelajaran nyata bahwa adakalanya kehidupan rejeki kita berada disisi bawah ibarat roda berputar , namun adakalanya kehidupan rejeki kita mulai membaik dan naik peringkatnya. Jika kau sadar akan hal tersebut ; masihkah ada kesombongan dalam diri ini ???
Semoga tulisan ini bermanfaat.....

Senin, 21 November 2011

SEPUTAR AQIQAH







SEPUTAR AQIQAH

Beberapa hal yang aku ketahui tentang Aqiqah , antara lain :
 
Tulisan ini semoga nantinya bisa bermanfaat bagi para pembaca yang kebetulan memerlukan referensi sederhana mengenai aqiqah :

HUKUM   AQIQAH :
Hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkad. Aqiqah bagi anak laki-laki dengan dua ekor kambing, sedangkan bagi wanita dengan seekor kambing. Apabila mencukupkan diri dengan seekor kambing bagi anak laki-laki, itu juga diperbolehkan.[1] Anjuran aqiqah ini menjadi kewajiban ayah (yang menanggung nafkah anak). Apabila ketika waktu dianjurkannya aqiqah (misalnya tujuh hari kelahiran), orang tua dalam keadaan faqir (tidak mampu), maka ia tidak diperintahkan untuk aqiqah. Karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Bertakwalah kepada Allah semampu kalian” (QS. At Taghobun: 16). Namun apabila ketika waktu dianjurkannya aqiqah, orang tua dalam keadaan berkecukupan, maka aqiqah masih tetap jadi kewajiban ayah, bukan ibu dan bukan pula anaknya.

Dari tulisan diatas kita bisa menaksir kisaran angka sebagai harga dari suatu ibadah dan ketaqwaan kita dalam menjalankan sunnah aqiqah , dimana anak laki-laki secara syariatnya 2 ekor kambing dan anak perempuan adalah 1 ekor kambing ; angka yang cukup bikin mules bagi seorang ayah yang menjadi penanggung nafkah ditengah deraan perekonomian yang cukup sulit seperti sekarang ini. Apakah ada toleransinya ?

Apabila orang tuanya dahulu adalah orang yang tidak mampu pada saat waktu dianjurkannya aqiqah (yaitu pada hari ke-7, 14, atau 21 kelahiran, pen), maka ia tidak punya kewajiban apa-apa walaupun mungkin setelah itu orang tuanya menjadi kaya. Sebagaimana apabila seseorang miskin ketika waktu pensyariatan zakat, maka ia tidak diwajibkan mengeluarkan zakat, meskipun setelah itu kondisinya serba cukup. Jadi apabila keadaan orang tuanya tidak mampu ketika pensyariatan aqiqah, maka aqiqah menjadi gugur karena ia tidak memiliki kemampuan.

Sedangkan jika orang tuanya mampu ketika ia lahir, namun ia menunda aqiqah hingga anaknya dewasa, maka pada saat itu anaknya tetap diaqiqahi walaupun sudah dewasa.

WAKTU  YANG  UTAMA  UNTUK  AQIQAH :

Adapun waktu utama aqiqah adalah hari ketujuh kelahiran, kemudian hari keempatbelas kelahiran, kemudian hari keduapuluh satu kelahiran, kemudian setelah itu terserah tanpa melihat kelipatan tujuh hari.

Aqiqah untuk anak laki-laki dengan dua ekor kambing. Namun anak laki-laki boleh juga dengan satu ekor kambing. Sedangkan aqiqah untuk anak perempuan dengan satu ekor kambing dan lebih utama tidak menambahnya dari jumlah ini.

PELAJARAN  DARI  AQIQAH : 

Hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkad dan seharusnya tidak ditinggalkan oleh orang yang mampu melakukannya.
Aqiqah bagi anak laki-laki afdholnya dengan dua ekor kambing, namun dengan seekor kambing juga dibolehkan. Sedangkan aqiqah bagi anak perempuan adalah dengan seekor kambing.

Waktu utama aqiqah adalah hari ke-7 kelahiran, kemudian hari ke-14 kelahiran, kemudian hari ke-21 kelahiran, kemudian setelah itu terserah tanpa melihat hari kelipatan tujuh. Pendapat ini adalah pendapat ulama Hambali, namun dinilai lemah oleh ulama Malikiyah. Jadi, jika aqiqah dilaksanakan sebelum atau setelah waktu tadi sebenarnya diperbolehkan. Karena yg penting adalah aqiqahnya dilaksanakan.

Aqiqah asalnya menjadi beban ayah selaku pemberi nafkah. Aqiqah ditunaikan dari harta ayah, bukan dari harta anak. Orang lain tidak boleh melaksanakan aqiqah selain melalui izin ayah.
Imam Asy Syafi’i mensyaratkan bahwa yang dianjurkan aqiqah adalah orang yang mampu.

Apabila ketika waktu pensyariatan aqiqah (sebelum dewasa), orang tua dalam keadaan tidak mampu, maka aqiqah menjadi gugur, walaupun nanti beberapa waktu kemudian orang tua menjadi kaya. Sebaliknya apabila ketika waktu pensyariatan aqiqah (sebelum dewasa), orang tua dalam keadaan kaya, maka orang tua tetap dianjurkan mengaqiqahi anaknya meskipun anaknya sudah dewasa.

Imam Asy Syafi’i memiliki pendapat bahwa aqiqah tetap dianjurkan walaupun diakhirkan. Namun disarankan agar tidak diakhirkan hingga usia baligh. Jika aqiqah diakhirkan hingga usia baligh, maka kewajiban orang tua menjadi gugur. Akan tetapi ketika itu, anak punya pilihan, boleh mengaqiqahi dirinya sendiri atau tidak.

Perhitungan hari ke-7 kelahiran, hari pertamanya dihitung mulai dari hari kelahiran. Misalnya si bayi lahir pada hari Senin, maka hari ke-7 kelahiran adalah hari Ahad. Berarti hari Ahad adalah hari pelaksanaan aqiqah.

Pendapat yang menyatakan, “Jika seseorang anak tidak diaqiqahi, maka ia tidak akan memberi syafaat kepada orang tuanya pada hari kiamat nanti”, ini adalah pendapat yang lemah sebagaimana dilemahkan oleh Ibnul Qayyim.

Demikian pembahasan ringkas mengenai aqiqah yang dapat aku sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kaum muslimin pada khususnya.

Senin, 31 Oktober 2011

SIAPA YANG MERUGIKAN NEGARA ? (1)


POLEMIK RUMAH DINAS

Berikut ini aku ingin menulis , tentang " SIAPA YANG MERUGIKAN NEGARA ? " , mungkin tulisan ini akan berkesinambungan.....


Mungkin Anda telah bisa menghitung , berapa instansi Pemerintah termasuk didalamnya BUMN yang telah menjadi PT yang memiliki rumah dinas ? , sebut saja TNI ,POLRI ,PT.KA , TELKOM ,POS INDONESIA , PT.PERKEBUNAN , PLN , dll......pokoknya banyak, dan hampir semuanya memiliki rumah dinas yang sejatinya diperuntukan sebagai pegawainya yang masih aktif berdinas sesuai dengan katagori peruntukkannya.

Namun yang sering ditemui adalah banyak mereka yang telah purna tugas atau purnawirawan bagi anggota TNI ,tetapi mereka masih menempati rumah dinas tersebut; sementara disisi lain banyak pegawai atau anggota TNI yang masih aktif namun belum memiliki rumah , mereka terpaksa masih ikut nebeng orangtua, masih terpaksa kost , masih terpaksa kontrak rumah ;padahal semestinya mereka berhak menggantikan posisi tinggal dirumah dinas dari para pegawai yang telah purna tugas.

Photo diatas adalah gambaran betapa ironinya proses pemaksaan pengosongan rumah dinas dari anggota TNI yang sudah purna tugas untuk nantinya digantikan ditempati oleh anggota yang masih aktif berdinas. Dan kalau sudah begitu ....biasanya ada sesuatu yang tak enak dirasa , ada perlawanan alot , ada yang merasa habis manis sepah dibuang, dll. Kegiatan itu kalau disadari akan mengeluarga energi , pemikiran , serta biaya.....itulah proses yang merugikan negara!

Coba dinalar....dilogika...., apa mereka yang menempati rumah dinas itu sebelumnya tidak paham bahwa fungsi rumah dinas adalah sebagai fasilitas tempat tinggal selama mereka masih aktif berdinas , bukan untuk dimiliki sesudahnya kecuali memang ada kebijakannya....?? , Memang bagi setiap mereka yang mendapatkan rumah dinas (lagi-lagi disesuaikan peruntukannya ) ; mereka ada yang masih terbebani biaya pemakian listrik, air PAM , Telepon (bila ada) , dll ; namun memang ada yang sesuai dengan jabatan dan fasilitas tunjangannya akhirnya mereka terbebas dari itu semua; hal itu sudah ada aturan dan kebijakannya.. Coba dinalar dan dilogika lagi....., berapa lama mereka menikmati fasilitas rumah dinas ? , ada yang 20th , ada yang 25th, bahkan ada yang lebih 30th!. Dan selama itu mereka tak terbebani biaya sewa rumah ; mestinya mereka sudah harus bisa menyisihkan sebagian pendapatannya selama masa aktif berdinas untuk bisa membeli rumah dikemudian hari atau setidaknya untuk setelah masa pensiun tiba ; tapi mereka banyak yang tak melakukan....mereka lebih asyik terlena dan merasa nikmat dinina-bobo-kan.

Barangkali perlu adanya penegasan , perlu adanya konsekwensi , perlu adanya biro pengawas kearshipan dan inventarisasi kepegawaian yang memantau dan mewadahi akan tanggung jawab peruntukan rumah dinas ; dimana misalnya pegawai A pada hari H akan pensiun , maka pegawai A harus sdh mengosongkan rumah dinasnya sekian hari sebelum hari H ( jangan sampai sekian hari setelah hari H , itu kebiasaan yang kurang mendidik, dan terkesan lemah /kurang tegas.....sok toleransi! ), maka pada hari H rumah dinas itu sudah kosong untuk digantikan kepada pegawai B yang masih aktif berdinas dan memang sesuai dengan katagori peruntukkannya.

Pernahkah mereka yang mendiami rumah dinas berpikir tentang karyawan swasta.....buruh pabrik , yang pendapatan per bulannya hanya sekisar UMR , namun mereka harus mandiri untuk memikirkan tempat tinggal ?

Aku ini hanya karyawan swasta....buruh pabrik , yang harus memikirkan akan itu semua , sehingga harus mobat-mabit cari tambahan guna memikirkan masa pensiun mendatang ( tak semua buruh pabrik atau karyawan swasta ketika memasuki purna tugas akan menerima pesangon sesuai UU yang berlaku , apalagi uang pensiun bulanan! ) ; terkadang dikala termenung memikirkan hal tersebut, diri ini masih bisa tersenyum bangga , setidaknya aku dan keluargaku tidak menjadi parasit bagi negaraku ini!.







Rabu, 12 Oktober 2011

AMALAN : WIRIT BEBAS UTANG



Di dalam hadis ada doa untuk membebaskan diri dari hutang. Doa ini biasa dibaca pada pagi dan petang sebanyak tiga kali. Berikut kisahnya:
Ketika Rasul Allah masuk masjid di luar waktu-waktu salat fardhu, beliau dihampiri seorang sahabat Anshar bernama Abu Umamah.
Sahabat ini mengeluh kepada Nabi SAW: “Kesusahan dan hutang-hutang membelit diriku, wahai rasul Allah.”
Rasul Allah bersabda: “Maukah aku ajarkan sebuah doa kepadamu yang apabila engkau mengucapkannya, Allah menyingkirkan kesusahanmu dan membayar hutang-hutangmu.”
Abu Umamah menjawab: “Ya wahai Rasul Allah”
Kalimat-kalimat doanya sebagai berikut:
Allahumma inni a’udzu bika min al-hamm wa al-hazan wa a’udzu bika min al-ajz wa al-kasal wa a’udzu bika min al-jubn wa al-bukhl wa a’udzu bika min ghalabat al-dayn wa qahr al-rijal.
Artinya: “Ya Allah saya berlindung kepada Engkau dari kesusahan dan kesedihan, saya berlindung kepada Engkau dari kelemahan dan kemalasan, saya berlindung kepada Engkau dan kepengecutan dan kekikiran, dan saya berlindung kepada Engkau dari himpitan hutang dan paksaan orang.”

***

Amalan Zikir Agar Dapat Melunasi Hutang

Saya ambil dari Kitab Silahul Mukmin.
Amalan untuk dapat segera melunasi hutang, biasakanlah sesudah shalat Isya membaca:
  • Surat Al Fatihah sebanyak 300 kali.
  • Kalimat Hawqalah 41 kali : “Laa hawla walaa quwwata illaa billahil aliyyil azhiim
Bacaan diatas harus diselesaikan dalam sekali majelis, jadi tidak boleh dicicil. Akhiri dengan berdoa memohon kepada Allah Swt.
Di dalam kitab Al-Ausath, Ath-Thabrani meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah ra yang berkata : “Rasulullah saw bersabda; Siapa yang dianugrahi Allah suatu kenikmatan, hendaklah ia memperbanyak ucapan al-hamdulillah; siapa yang banyak dosanya, hendaklah memohon ampun kepada Allah (membaca istighfar), dan siapa yang merasa diperlambat rezekinya, hendaklah banyak membaca “la haula wa la quwwata illa billah“.
Ibnu Abi Ad-Dunya meriwayatkan sebuah hadits marfu’ dari Asad bin Wada’ah, “Rasulullah saw bersabda, Barangsiapa mengucapkan “la haula wa la quwwata illa billah” sebanyak seratus kali setiap hari, niscaya ia tidak akan ditimpa kefakiran (kemiskinan), selamanya.”
Silahkan diamalkan dengan tulus ikhlas. Semoga tanggungan hutang anda lekas terlunasi.

Minggu, 09 Oktober 2011

MEMAKNAI ARTI ULANG TAHUN

 Endar Bono Suwarso

Sekedar nulis sesuatu yang tertunda......, kemarin pas tanggal 7 Oktober 2011...tak terasa aku sudah berumur 42 tahun...., nah....makanya aku mau nulis tentang ini.....


Hari ulang tahun memang hari yang sangat istimewa. Hari di mana kita pertama kali kita melihat dunia. Hari di mana ibu kita berjuang antara hidup dan mati mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan kita. Hari di mana ayah kita menunggu dengan cemas dan was-was, menantikan kedatangan kita ke dunia ini.

Banyak orang merayakan hari ulang tahunnya dengan pesta-pesta besar dan meriah. Terhanyut dalam gemerlapnya pesta dan perayaan tanpa berpikir mengenai makna dari ulang tahun tersebut. Kalau kita coba renungkan, sebernarnya apa sih makna yang terkandung dalam hari ulang tahun itu?

1. Bertambahnya pengalaman hidup.
Pastinya dengan semakin bertambahnya usia kita, semakin bertambah pula pengalaman hidup kita. Pengalaman yang akan menjadi modal yang berharga untuk kehidupan di masa depan.
2. Berkurangnya jatah hidup di dunia.
Setiap manusia memiliki jatah umur masing-masing yang telah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa. semakin bertambah usia kita, berarti semakin dekat kita dengan kematian.
3. Momen untuk bersyukur.
Ideal-nya sih setiap hari bahkan setiap saat kita bersyukur. Namun kadang kita sering lupa kepada-Nya. Oleh karena itu, jadikanlah hari lahir ini sebagai momen untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah Dia berikan.
4. Momen untuk muhasabah dan refleksi diri.
Yakni merenungi tantang semua yang telah kita perbuat di masa yang lalu dan berusaha untuk memperbaikinya di masa depan.
5. Momen untuk merefresh proposal hidup.
Yakni menata dan memantapkan kembali rencana hidup di masa depan, mempersiapkan diri dan memotivasi diri menjadi pribadi yang lebih baik.



Sahabat, Waktu akan terus berjalan dan hari akan terus berganti. Masa lalu tak akan pernah kembali atau terulang lagi dalam hidup kita. Setiap manusia memiliki masa tersendiri dalam hidupnya. Masa kecil, masa bermain, masa sekolah, masa remaja, masa kuliah, masa berkeluarga, masa tua, dan lainnya. Jangan pernah sia-siakan waktumu. Gunakanlah waktu untuk hal-hal yang lebih berarti.

Ingatlah masa depan tak hanya sampai kita tua kelak, sampai kita masuk ke liang lahat. Masa depan adalah juga kehidupan di alam akhirat selepas kita meninggalkan dunia yang fana ini. Kita perlu mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akherat yang lebih kekal tersebut, di mana kita akan mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan selama hidup di dunia ini.

Bagi teman-teman yang telah, sedang, dan akan berulang tahun di bulan Oktober  ini, SELAMAT ULANG TAHUN ya…

"Semoga Allah melimpahkan kebaikan pada sisa umur kita dalam kehidupan ini…"




Kamis, 06 Oktober 2011

Penenggelaman Bumi, Hujan Batu, Pengubahan Rupa, dan Banyaknya Gempa.



Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Akan terjadi (di akhir zaman) penenggelaman bumi, hujan batu, dan pengubahan rupa. Ada seseorang dari umat Islam (sahabat) yang bertanya, "Kapankah hal itu akan terjadi? Maka beliau menjawab, "Apabila musik dan biduanita telah merajalela dan khamer telah dianggap halal.1)
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah dari Abdullah, dengan redaksi: "Menjelang terjadinya Kiamat akan terjadi pengubahan rupa, penenggelaman bumi, dan hujan batu."2).  Hadits ini dikuatkan oleh riwayat A'isyah yang dikeluarkan oleh Tirmidzi.
Dalam hadits lain disebutkan:
"Pasti akan terjadi pada umatku, orang-orang yang menganggap halal perzinaan, sutra, khamer, dan musik. Dan sungguh, akan ada orang-orang yang mendatangi para pembesar, mereka pergi kepada para pembesar itu sore hari dengan membawa binatang ternak mereka, kedatangan kepada mereka itu untuk suatu keperluan, lantas para pembesar itu berkata: 'Kembalilah kalian kepada kami besok pagi.' Lantas, Allah menimpakan adzab kepada mereka pada malam harinya, menghinakan para pembesar itu, serta mengubah sebagian lain menjadi kera dan babi hingga Hari Kiamat. 3)
Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat dan menjadi bahan perenungan untuk perbaikan diri dan peningkatan kualitas keimanan ke pada Allah SWt.

Selasa, 30 Agustus 2011

SELAMAT HARI RAYA IDHUL FITRI 1432H




Dan dengan berakhirnya Romadhon ini , ijinkanlah kami dari " dbimda - group " untuk mengucapkan : ” Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1432H , mohon maaf lahir dan bathin ”

Semoga amalan ibadah kita selama bulan Romadhon ini diterima Allah SWT , dan Insya Allah kita masih ditemukan dengan Romadhon di tahun depan, dan kita bisa lebih meningkatkan kualitas amalan Romadhon di tahun depan tersebut.
Semoga di bulan Syawal ini kita dapat hidayah dan barokah dan dimasukkan sebagai golongan kaum yang beriman dan diberi  kemenangan.
Semoga kebahagiaan dan kesejahteraan selalu terlimpahkan pada kami.