Kamis, 29 Mei 2014

Rajab Bulan Sedekah ??, "oh tidak...., karena akan lebih baik bagimu sesering mungkin bersedekah"

Dan ada sebagian dari kita menyeru bahwa bulan Rajab adalah bulan paling baik untuk bersedekah terutama untuk anak yatim sehingga banyak dijumpai saudara-saudara kita berbondong-bondong menuju panti asuhan anak yatim-piatu bahkan ada yang ke panti jompo untuk menunjukkan pada sesama bahwa mereka telah melakukan anjuran tersebut....hmmm baik itu yang terang-terangan maupun yang terselubung ; Dan...oleh karena itu di bulan Rajab ini sehingga banyak seruan dan himbauan gar kita meningkatkan frekwensi bersedekah dibulan Rajab ini.  Dan kata aku setiap hari , setiap waktu ada kebaikan untuk bersedekah .

Islam mengajarkan pada kita agar kita melatih diri untuk berinfak dan bersedekah, dengan sekecil apapun. Karena infak dan sedekah sangat memberi pengaruh dan keberuntungan ke dalam kehidupan kita di dunia dan akhirat. Bahkan di dalam hadis banyak disebutkan bahwa jika kita punya harapan untuk mencapai hajat tertentu, kita diperintahkan memulainya dengan sedekah.
Yang harus kita yakini adalah bahwa setiap perbuatan manusia akan berwujud makhluk. Yang negatif akan menghantam kehidupannya, yang positif akan membantunya di dunia dan akhirat. Hanya saja mata indrawi kita melihatnya. Hal ini banyak disebutkan di dalam hadis Nabi saw dan Ahlul baitnya (sa) bahwa perbuatan manusia akan berwujud makhluk. Tentang pengaruh infak dan sedekah berikut ini hadis-hadis Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa):
Dampak sedekah terhadap kematian
Rasulullah saw bersabda:
“Sedekah dapat menolak kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 2)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
Pada suatu hari orang yahudi lewat dekat Rasulullah saw, lalu ia mengucapkan: Assam ‘alayka (kematian atasmu). Rasulullah saw menjawab: ‘Alayka (atasmu). Lalu para sahabatnya berkata: Ia mengucapkan salam atasmu dengan ucapan kematian, ia berkata: kematian atasmu. Nabi saw bersabda: “Demikian juga jawabanku.” Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya orang yahudi ini tengkuknya akan digigit oleh binatang yang hitam (ular dan kalajengking) dan mematikannya. Kemudian orang yahudi itu pergi mencari kayu bakar lalu ia membawa kayu bakar yang banyak. Rasulullah saw belum meninggalkan tempat itu yahudi tersebut lewat lagi (belum mati). Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: “Letakkan kayu bakarmu.” Ternyata di dalam kayu bakar itu ada binatang hitam seperti yang dinyatakan oleh beliau. Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Wahai yahudi, amal apa yang kamu lakukan? Ia menjawab: Aku tidak punya kerjaan kecuali mencari kayu bakar seperti yang aku bawa ini, dan aku membawa dua potong roti, lalu aku makan yang satu potong dan satu potong yang lain aku sedekahkan pada orang miskin. Maka Rasulullah saw bersabda: “Dengan sedekah itu Allah menyelamatkan dia.” Selanjutnya beliau bersabda: “Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)
Muhammad bin Muslim berkata: Pada suatu hari aku pernah bersama Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berada di dalam masjid Rasulullah saw, kemudian jatuhlah potongan kayu masjid dan mengenai seseorang tapi tidak membayakannya padahal mengenai kakinya. Kemudian Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Tanyakan padanya apa yang dia amalkan.” Kemudian ia bertanya kepadanya, dan ia berkata: tadi aku keluar rumah dan membawa beberapa buah korma di sakuku, saat aku berjumpa dengan seorang pengemis aku sedekahkan padanya sebuah korma. Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Dengan sedekah itu Allah menyelamatkanmu.” (Al-Wasail 6: 269, hadis ke 6)

Dampak sedekah terhadap penambahan rizki
Rasulullah saw bersabda:
“Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 11)
Rasulullah saw bersabda:
“Sebaik-baik harta seseorang dan simpanannya adalah sedekah.” (Al-Wasail 6: 257, hadis ke 14)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Mohon datangkan rizki dengan sedekah, barangsiapa yang meyakini hari esok ia akan bersikap dermawan dengan pemberian, sesungguhnya Allah menurunkan pertolongan sesuai dengan kadar hari ini.” (Al-Wasail 6: 255)
Dampak sedekah terhadap hal-hal yang bahaya
Rasulullah saw bersabda:
“Mulai pagi harimu dengan sedekah, barangsiapa yang memulai pagi harinya dengan sedekah ia tidak akan terkena sasaran bala’.” (Al-Wasail 6: 257, hadis ke 15)
Imam Ja’far sh-Shadiq (sa) berkata:
“Obati penyakitmu dengan sedekah, tolaklah bala’ dengan doa, dan mohon datangkan rizkimu dengan sedekah, karena sesungguhnya sedekah dapat mengusir tujuh ratus setan dari depan dagu…” (Al-Wasail 6: 260, hadis ke 1)
Dampak Infak terhadap keimanan
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Tidaklah sempurna keimanan seorang hamba sehingga ia melakukan empat hal: Berakhlak baik, bersikap dermawan, menahan karunia dari ucapan, dan mengeluarkan karunia dari hartanya.” (Al-Wasail 6: 259, hadis ke 21)
Tangan Allah
Rasulullah saw bersabda:
“Tangan itu ada tiga: tangan Allah paling atas, tangan pemberi yang berikutnya, dan tangan peminta paling bawah. Maka berikan karuniamu dan jangan lemahkan dirimu.” (Al-Wasail 6: 263, hadis ke 4)
Bersedekahlah walaupun Sedikit
Rasulullah saw bersabda:
“Berdekahlah walaupun segantang korma, walaupun sebagian dari segantang, walaupun segenggam korma, walaupun sebiji korma, walaupun separoh korma. Barangsiapa yang belum mendapatkannya maka bersedakahlah dengan ucapan yang baik. Karena sesungguhnya kamu akan menjumpai Allah dan Dia akan bertanya kepadamu: ‘Apakah Aku belum berbuat sesuatu untukmu? Apakah Aku belum menciptakan pendengaran dan penglihatan untukmu? Apakah Aku belum mengkaruniakan padamu harta dan anak? Kamu tentu akan menjawab: Tidak (semuanya sudah). Kemudian Allah swt berfirman: ‘Lihatlah apa yang telah kamu lakukan pada dirimu. Kemudian ia akan melihat apa yang telah ia lakukan, ia melihat ke depan dan ke belakang, ke kanan dan ke kiri. Maka saat itulah ia tidak akan mendapatkan sesuatu pun yang dapat menjaga wajahnya dari api neraka.” (Al-Wasail 6: 264, hadis ke 1)
Sepotong Roti dengan Sepotong daging anak
Imam Ali Ar-Ridha (sa) berkata:
Pada suatu masa menim pada pada Bani Israil musim kemarau panjang beberapa tahun berturut-turut. Saat itu ada seorang ibu memiliki sepotong roti, ia meletakkan di mulutnya untuk dimakan, lalu datanglah seorang pengemis dan berkata: wahai hamba Allah, aku lapar. Ibu itu berkata: Apakah saatnya zaman seperti ini bersedekah? Kemudian ia mengeluarkan sepotong roti itu dari mulutnya, lalu memberikan pada pengemis itu. Saat itu anaknya sedang mencari kayu bakar di padang pasir, lalu datanglah srigala dan membawa anak itu. Kemudian terjadilah teriakan, sang ibu terkejut lari ketakutan akan bahaya srigala. Maka Allah mengutus malaikat Jibril, lalu ia mengeluarkan anak itu dari mulut srigala dan memberikan pada ibunya. Jibril berkata pada sang ibu: wahai hamba Allah, apakah kamu ridha? sepotong roti digantikan dengan sepotong daging (keselamatan anakmu).” (Al-Wasail 6: 264, hadis ke 4)
Allah Yang Mengambil Sedekah
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata bahwa Allah swt berfirman:
“Segala sesuatu Aku wakilkan pada orang selain-Ku untuk menggenggamnya kecuali sedekah, Aku sendiri dengan tangan-Ku yang mengambilnya, sekalipun seseorang bersedekah dengan satu biji korma atau sebelah biji korma. Kemudian Aku menambahkan baginya sebagaimana ia menambahkan sebelum meninggalkan. Kemudian saat ia datang pada hari kiamat ia mendapat pahala seperti pahala perang Uhud bahkan lebih besar dari pahala perang Uhud.” (Al-Wasail 6: 265, hadis ke 7)
Awali Pagi hari dengan Sedekah
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Awali pagi harimu dengan sedekah, gemarlah bersedekah. Tidak ada seorang mukmin pun yang bersedekah karena mengharapkan apa yang ada di sisi Allah untuk menolak keburukan yang akan turun dari langi ke bumi pada hari itu, kecuali Allah menjaganya dari keburukan apa yang akan turun dari langit ke bumi pada hari itu.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 3)
Sedekah dapat Merubah Takdir
Rasulullah saw berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib (sa):
Wahai Ali, sedekah itu dapat menolak takdir mubram (yang telah ditetapkan). Wahai Ali, silaturahim dapat menambah umur. Wahai Ali, tidak ada sedekah ketika keluarga dekatnya membutuhkan. Wahai Ali, tidak ada kebaikan dalam ucapan kecuali disertai perbuatan, dan tidak ada sedekah kecuali dengan niat (karena Allah).” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)
Sedekah Penolak hari Nahas
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Antara aku dan seseorang punya perhitungan tentang bumi. Orang itu ahli nujum, ia sengaja keluar rumah untuk suatu urusan pada saat “Al-Su’ud” (bulan berada di manazil Al-Su’ud), dan aku juga keluar rumah pada hari nahas. Lalu kami menghitungnya, lalu keluarlah untukku dua perhitungan yang baik. Kemudian orang itu memukulkan tangan kanannya pada tangan kirinya, kemudian berkata: Aku belum pernah sama sekali melihat hari seperti hari ini. Aku berkata: Celaka hari yang lain dan hari apa itu? Ia berkata: Aku ahli nujum, aku datang padamu pada hari nahas, aku keluar rumah pada saat Al-Su’ud, kemudian kami menghitung, lalu keluarlah untuk Anda dua perhitungan yang baik. Ketika itulah aku berkata kepadanya: “Tidakkah aku pernah menyampaikan suatu hadis yang disampaikan padaku oleh ayahku? Yaitu Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari hari nahas, maka hendak mengawali harinya dengan sedekah, niscaya Allah menyelamatkannya dari hari nahas itu. Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari malam nahas, maka hendaknya mengawali malamnya dengan sedekah niscaya ia diselamatkan dari malam nahas itu. Kemudian aku berkata: “Sesungguhnya aku mengawali keluar rumah dengan sedekah; ini lebih baik bagimu daripada ilmu nujum.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 1)
Sedekah di Malam hari dan Siang hari
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Sesungguhnya sedekah di malam hari dapat memadamkan murka Allah, menghapus dosa besar dan mempermudah perhitungan amal; sedekah di siang hari dapat menumbuhkan harta dan menambah umur.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 2)

Sedekah yang tersembunyi
Rasulullah saw bersabda:
“Sedekah yang tersembunyi dapat memadamkan murka Allah swt.” (Al-Wasail 6: 275, hadis ke 1)
Imam Ali bin Abi Thalib (sa):
“Sesungguhnya tawassul yang paling utama adalah bertawasul dengan keimanan kepada Allah …, dengan silaturrahim karena hal ini dapat menumbuhkan harta dan menambah umur; dengan sedekah yang tersembunyi karena hal ini dapat menghapuskan kesalahan dan memadamkan murkan Allah Azza wa Jalla; dengan amal-amal yang ma’ruf (kebajikan) karena hal ini dapat menolak kematian yang buruk dan menjaga dari pertarungan kehinaan…” (Al-Wasail 6: 275, hadis ke 4)
Ahlul bait Nabi saw imam bagi para dermawan
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:
“Dalam kegelapan malam Ali bin Husein (sa) sering keluar rumah, membawa dan diletakkan di pundaknya kantongan yang berisi uang dinar dan dirham, kadang-kadang memikul di pundaknya karung yang berisi makanan atau kayu bakar. Ia mendatangi dan mengetok dari pintu ke pintu. Ia memberi setiap orang yang keluar dari pintu itu. Ia menutupi wajahnya ketika mendatangi rumah orang fakir agar ia tidak mengenalnya. Ketika beliau wafat mereka merasa kehilangan hal itu, dan mereka baru tahu bahwa yang sering mengetok pintunya itu adalah Ali bin Husein (sa). Ketika jenazahnya dimandikan kelihatan di pundaknya membekas hitam seperti pundak onta, karena seringnya memikul karung di pundaknya mendatangi rumah-rumah kaum fakir dan miskin.
Pada suatu hari beliau keluar rumah membawa selengdang sutera. Kemudian datang seorang pengemis, beliau kalungkan selendang itu padanya lalu beliau pergi dan meninggalkannya. Kebiasaan beliau membeli kain sutera di musim dingin, jika datang musim panas beliau menjualnya dan mensedekahkan uangnya…
Di Madinah ada seratus keluarga Ahlul bait yang fakir. Mereka ta’ajjub terhadap beliau, karena beliau datang membawakan makanannya untuk anak-anak yatim, orang-orang yang sengsara, orang-orang sakit yang merana, dan orang-orang miskin yang tak berdaya. Beliau memberikan kepada mereka dengan tangannya sendiri. Jika ada keluarga dari mereka, beliau sendiri yang membawakan makanan pada keluarganya. Beliau tidak pernah makan sebelum memulai dan bersedekah seperti yang beliau makan.” (Al-Wasail 6: 276, hadis ke 8)
Sufyan bin ‘Ayniyah bercerita bahwa Az-Zuhri pernah melihat Ali Zainal Abidin (sa) berjalan kaki di malam yang dingin dalam kondisi hujan, memikul di pundaknya tepung gandum dan kayu bakar. Az-Zuhri bertanya kepadanya: Duhai putera Rasulullah, apa ini? Beliau menjawab: “Aku ingin safar (melakukan perjalanan) yang telah dijanjikan yaitu mencari bekal untuk aku bawa ke tempat yang terjaga.
Az-Zuhri berkata: Ini pembantuku, biarlah dia yang menggantikanmu untuk membawanya, tapi beliau menolak tawaranku.
Az-Zuhri berkata: Aku saja yang akan menggantikanmu untuk membawanya, dengan rasa hormatku padamu biarlah aku yang membawanya.
Ali Zainal Abidin berkata: Aku tidak memikirkan kehormatanku untuk sesuatu yang menyelamatkan diriku dalam safarku, yang kuinginkan sangatlah baik untuk bekal perjalanan kepulanganku. Dengan hak aku mohonkan untukmu, semoga Dia memperkenankan hajatmu, silahkan tinggalkan aku.
Kemudian Az-Zuhri meninggalkan beliau.
Beberapa hari berikutnya Az-Zuhri berkata kepada beliau: Wahai putera Rasulullah, aku belum bisa merasakan dampak perjalanan yang pernah engkau ceritakan itu.
Beliau berkata: Baiklah wahai Zuhri, tidak lain yang aku maksudkan hanyalah kematian. Untuk itu aku persiapkan. Tidak lain mempersiapkan untuk kematian adalah menjauhi segala yang haram, mencurahkan segala kemampuan untuk kedermawanan dan kebajikan. (Al-Wasail 6: 279, hadis ke 5)
Tangan Pemberi bersentuhan dengan tangan Allah
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Tidak ada sesuatu pun yang paling memberatkan setan daripada bersedekah kepada seorang mukmin. Karena tangannya bersentuhan dengan tangan Allah swt sebelum bersentuhan dengan tangan hamba-Nya.” (Al-Wasail 6: 283, hadis ke 1)
Dikisahkan bahwa Imam Ali Zainal Abidin (sa) mencium tangannya setelah memberikan sedekah. Lalu beliau ditanyai tentangnya. Beliau menjawab: “Karena tangan itu bersentuhan dengan tangan Allah sebelum bersentuhan dengan tangan penerimanya.” (Al-Wasail 6: 303, hadis ke 2)
Rasulullah saw bersabda:
“Tidaklah ada sedekah seorang mukmin kecuali tangannya bersentuhan dengan tangan Allah sebelum bersentuhan dengan tangan pemintanya. Kemudian beliau membacakan firman Allah swt: ‘Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya Allah menerima taubat hamba-hamba-Nya dan menerima sedekah.” (At-Taubah: 104). (Al-Wasail 6: 303, hadis ke 3)
Rasulullah saw bersabda:
“Bersedekah sepuluh, memberi pinjamanan modal delapan belas, bersilaturrahim pada ikhwan dua puluh, dan silaturahim pada kerabat dua puluh empat.” (Al-Wasail 6: 286, hadis ke 2)
Peminta tidak boleh ditolak
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:
“Berilah peminta-minta walaupun hanya dinaikkan ke atas punggung kuda (numpang naik kendaraan)” (Al-Wasail 6: 290, hadis ke 1)
Beliau juga berkata:
“Sekiranya seorang pemberi mengetahui sesuatu yang ada dalam pemberiannya, niscaya ia tidak akan menolak seorang pun peminta-minta.” (Al-Wasail 6: 290, hadis ke 2)
Berbagi rasa Persaudaraan
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Sesungguhnya di antara yang sangat ditekankan oleh Allah terhadap hamba-Nya dalam kewajiban adalah tiga hal: Sikap adil seorang mukmin terhadap dirinya sehingga ia tidak meridhai saudaranya kecuali apa yang ia ridhai untuk dirinya, berbagi rasa persaudaraan dalam hartanya, mengingat Allah dalam segala keadaan, tidak hanya bertasbih dan bertahmid kepada Allah tetapi juga menjauhi segala yang diharamkan oleh Allah.” (Al-Wasail 6: 298, hadis ke 1)
Pengikut Ahlul Bait (sa) dan Kaum Fakir
Muhammad bin ‘Ajlan berkata: Pada suatu hari aku bersama Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa), lalu datanglah seseorang dan mengucapkan salam.
Kemudian Imam bertanya: Bagaimana saudara-saudaramu di masyarakatmu?
Ia menjawab: mereka baik akhlaknya, bersih prilakunya, dan mereka sangat terpuji.
Imam bertanya: Bagaimana tentang kunjungan orang-orang yang kaya pada orang-orang yang fakir?
Ia menjawab: Sedikit sekali.
Imam bertanya: Bagaimana tentang keperdulian orang-orang kaya terhadap orang-orang yang fakir?
Ia menjawab: Sedikit sekali.
Imam bertanya: Bagaimana tentang silaturrahim orang-orang yang kaya pada orang-orang yang fakir sehubungan dengan harta yang mereka miliki?
Ia menjawab: Engkau menanyakan akhlak yang sangat sedikit dilakukan di kalangan kami.
Imam menjawab: Bagaimana mungkin mereka mengaku pengikut Ahlul bait Nabi saw?
(Al-Wasail 6: 290, hadis ke 3)
Abu Ismail berkata: aku pernah bertanya kepada Imam Muhammad Al-Baqir (sa): Jadikan aku tebusanmu, para pengikut Ahlul bait (sa) di masyarakat kami banyak sekali. Imam Muhammad Al-Baqir (sa) bertanya: Apakah yang kaya bersikap kasih sayang pada yang fakir? Dan apakah orang yang berbuat baik memaafkan pada yang berbuat salah, dan saling menghibur di antara mereka? Aku menjawab: Tidak. Beliau berkata: “Bukan, mereka bukan pengikut Ahlul bait (sa). Pengikut Ahlul bait (sa) melakukan hal itu.” (Al-Wasail 6: 299, hadis ke 4)
Jangan Menyebut-nyebut Pemberian
Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai bagiku dan para washiku dari keturunanku juga bagi para pengikut mereka sesudahku: Bersikap sia-sia dalam shalat, berkata kotor dalam puasa, menyebut-nyebut pemberian sesudah bersedekah, mendatangi masjid dalam keadaan junub (hadas), memandang pintu kamar orang lain, dan tertawa di kuburan.” (Al-Wasail 6: 316, hadis ke 4)
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang bersedekah kepada saudaranya kemudian menyebut-nyebut pemberiannya, maka Allah membatalkan amalnya, dan menetapkan bebannya serta tidak berterima kasih atas usaha.” Kemudian beliau bersabda bahwa Allah Azza wa Jalla berfirman: “Aku mengharamkan surga atas orang yang menyebut-nyebut pemberiannya, orang yang bakhil, dan mengadu-domba (namimah). Ingatlah, barangsiapa yang bersedekah dengan suatu sedekah, maka baginya timbangannya setiap dirham seperti gunung Uhud dari kenikmatan surga. Dan barangsiapa yang berjalan untuk mengantarkan sedekah pada orang yang membutuhkan, maka baginya juga pahala seperti pemberinya tanpa sedikit pun mengurangi pahalanya.” (Al-Wasail 6: 316, hadis ke 5)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang berbuat kebajikan kepada seorang mukmin kemudian menyakiti dengan ucapan atau menyebut-nyebut pemberiannya, maka Allah membatalkan sedekahnya.” (Al-Wasail 6: 317, hadis ke 9)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Orang yang beriman memiliki empat tanda: wajahnya berseri-seri, lisannya lembut, hatinya penyayang, dan tangannya pemberi.” (Al-Wasail 6: 321, hadis ke 2)
Berbuatlah Kebajikan
Rasulullah saw bersabda:
“Setiap kebajikan itu sedekah.” (Al-Wasail 6: 321, hadis ke 1)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) menjelaskan tentang firman Allah swt surat An-Nisa’ 114:
“Tidak ada kebaikan dalam bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat yang ma’ruf, atau mendamaikan di antara manusia.” Beliau berkata: yang dimaksud dengan berbuat yang ma’ruf adalah memberi qiradh (pinjaman modal dengan bagi hasil).” (Al-Wasail 6: 321, hadis ke 2)
Memberi Makanan
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:
“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mencintai orang yang memberi makan … (Al-Wasail 6: 328, hadis ke 2)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Di antara amal yang paling dicintai oleh Allah Azza wa Jalla adalah mengenyangkan orang mukmin yang lapar, atau meringankan deritanya atau menunaikan hutangnya.” (Al-Wasail 6: 328, hadis ke 3)
Menjernihkan Iman
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Sebaik-baik kalian adalah yang dermawan dan seburuk-buruk kalian adalah yang bakhil. Barangsiapa yang ingin jernih imannya bersedekalah pada saudaranya dan berusaha memenuhi kebutuhannya. Sesungguhnya orang yang bersedekah pada saudaranya ia dicintai oleh Yang Maha Pengasih, dan saat yang sama mengusir setan, selamat dari neraka dan masuk surga.” Kemudian beliau berkata kepada Jamil: Wahai Jamil, sampaikan hal ini pada sahabat-sahabatmu yang mulia! Jamil bertanya: Siapakah sahabat-sahabatku yang mulia? Beliau menjawab: “Mereka yang berbuat kebajikan (bersedekah) pada saudara-saudaranya dalam kesulitan dan kemudahan.” (Al-Wasail 6: 332, hadis ke 2)
(Disarikan dari kitab Zakat Mal, Allamah Muhammad Taqi Al-Mudarrisi)
Dan akhirul tulisan ini....semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua..... , bukanlah aku ini pandai menulis , ngomong , maupun mengarang...., namun aku hanya sebagai makhlukNya yang menyampaikan.....

Minggu, 26 Januari 2014

DAN JANGANLAH GELISAH....SUNGGUH BAHWA : "DOA YANG TAK KUNJUNG TERKABUL ,ITU BUKANLAH SUATU KESIA-SIAAN"


Tidaklah heran jika seorang hamba ketika ingin menginginkan sesuatu maka mereka gencar melakukan  berdo’a kepada Allah azza wa jalla, mereka pun selalu berdoa kepada Allah sebagai wujud ketauhidan mereka yang lurus, Allah berfirman,
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan kepada hanya Engkaulah kami meminta pertolongan”. (QS. al-Fatihah: 5)

Namun yang terkadang menggelisahkan jiwa ini adalah ketika kita selalu berdoa, namun doa itu tak kunjung terkabul dan telah lelah rasanya lisan ini menyeru kepada Allah dengan doa-doa kita. Padahal Allah Maha Mendengar dan Allah Maha Pemberi rezeki, lalu mengapa doa tersebut tidak kunjung menghampiri?
Wahai jiwa-jiwa yang gelisah, doa mu yang tak kunjung terkabul merupakan salah satu cobaan yang membutuhkan kesabaran, dan janganlah engkau memendam kekhawatiran selama menunggu terkabulnya doa. Namun nampaknya engkau masih akan sulit untuk melakukannya, baiklah…berikut ini adalah hiburan bagi engkau yang masih dirundung kegalauan menunggu terkabulnya doa.*)

Pertama, Allah adalah Maharaja yang memiliki kekuasaan dan wewenang untuk memberi ataupun tak memberi. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk menentang kuasa-Nya.
Kedua, hikmah-hikmah Nya telah tergambar dengan jelas lewat dalil-dalil yang absah. Mungkin engkau menilai sesuatu baik untukmu, namun sebenarnya di balik itu ada hikmah yang tidak engkau ketahui. Cobalah lihat seorang dokter yang memberikan resep yang tidak engkau ketahui hikmahnya, karena secara lahiriah obat adalah pahit. Hal itu bisa engkau bandingkan dengan hikmah Allah.
Ketiga, bisa saja pengabulan doa ditunda demi suatu maslahat, sementara jika doa segera dikabulkan akan menimbulkan konflik dan  mengandung kemudhlorotan /bahaya.
Keempat, bisa saja doamu tertolak, karena aib yang engkau simpan dalam dirimu. Mungkin saja dalam makananmu ada sesuatu yang syubhat atau hatimu lalai saat berdoa. Mungkin saja karena engkau tidak sungguh-sungguh bertaubat kepada Allah, karena tidak bersegera meninggalkan perbuatan dosa. Itulah siksaan yang engkau alami. Hendaknya engkau melihat dimana kekuranganmu.
Kelima, yang harus engkau lakukan dalam persoalan ini adalah berusaha memandang segala sesuatu dengan jernih. Barangkali, dengan tercapainya apa yang engkau inginkan akan bertambah dosa-dosamu. Atau, bisa jadi hal itu akan mengurangi derajat amalmu dalam kebaikan, maka tidak langsung dikabulkan doa-doamu saat itu akan berakibat baik bagimu.
Keenam, mungkin saja apa yang tidak engkau capai itu merupakan rahmat agar engkau tetap dekat dengan pintu-Nya. Di sisi lain, keberhasilanmu dikhawatirkan akan menjauhkanmu dari pintu harapan kepada-Nya, dengan dalil bahwa andaikata engkau tak tertimpa suatu musibah, mungkin engkau tidak terlalu dekat dengan-Nya.
Ketujuh , yakinlah bila niat berdoa kita benar , dan demi kebaikan , tak bertentangan dengan aturan yang ada....Insya Allah, doa kita akan terkabulkan , dan doa kita bukanlah sesuatu kesia-siaan ; yakinlah akan itu

Semoga tulisan ini berguna bagi kita semua ......

Selasa, 26 November 2013

“Inilah dunia tempat bertumbuhnya subur penyakit bernama munafik!”



“Inilah dunia tempat bertumbuhnya subur penyakit bernama munafik!”


 "Kemunafikan bagai bermuka tiga bukan cuman dua "

Dan….lama tak menulis di blog ini , ada semacam kerinduan menulis , namun seringkali langsung terpadamkan oleh keadaan yang semakin membuatku bermalas-ria untuk konsisten mencurahkannya. Kawan…..berbagai kejadian didunia ini….atau dinegeri ini menjadikan diriku ( entah apa itu juga bagi diri kawan ) semakin muaaaakkk….; lihat saja….yang salah malah dapat simpati , malah dapat pendukung , malah dielu-elukan ; yang benar dipinggirkan dan dianggap sebagai suatu kenormalan biasa yang mungkin kalau perlu dikalahkan….inilah kemunafikan !

Dan…ternyata apa yang kita lakukan selama ini hanyalah sesuatu yang tak luput dari konspirasi kemunafikan, tanpa kita sadari. canda dan tawa kita hanyalah wujud kemunafikan, kata-kata adalah kemunafikan, sikap yang manis hanyalah kemunafikan, perawakan yang menarik hanyalah kemunafikan, semuanya kemunafikan, apa yang kita sandang dan perbuatan amalan adalah pengejawantahan dari wujud kemunafikan. kebenaraan sejati hanyalah milik  Yang Maha Suci bertahtakan dilangit, sedang bumi adalah sumber kemunafikan hakiki. Semuanya perbuatan yang kita lakukan hanyalah “agar orang mengatakan dan menilai..” bukan “agar Allah meridhoi..”. Keikhlasan yg ada dalam diri ini hanya sepersekian persennya saja, selebihnya hanyalah nyata-nyata kemunafikan.

Begitu sering kita merasa bangga ketika dipuji, mengapa? apakah dengan kita bangga akan pujian itu lantas Allah akan melimpahkan rahmatNya?

Begitu sering kita berpenampilan menarik hanya untuk kesenangan mata orang lain, namun setelahnya kita acak-acakan tak karuan apakah orang akan senang ? , orang akan terpesona dan kesengsem ?, mengapa?,  apakah dengan kekaguman orang lain kepada kita tersebut lantas Allah akan meridhoi kita?

Begitu mengagumkannya apa yang kita bicarakan dengan retorika yg luar biasa, namun ternyata kita adalah “kosong” tak berisi sedikitpun, mengapa? apakah dengan dealektika yg luarbiasa itu, lantas Allah akan melimpahkan barokahnya?

Begitu padat agenda acara kita sampai bingung mana yang harus didahulukan, sehingga semua orang akan berdecak kagum dan berkata “luar biasa’, mengapa?, apakah dengan semakin banyak orang yang membangga-banggakan kita maka Allah akan melimpahkan rahmat dan hidayahnya?
Dunia adalah sumber kemunafikan , yah sumber kemunafikan… kita berkata tidak, tapi dilain pihak ,kita mengatakan iya dengan bangganya, kita membenarkan, namun dilain sisi lain kita menyalahkan bahkan memaki-maki,…

Mengapa kita tidak “mengiyakan” dengan tegas?, mengapa kita tidak “menyalahkan” dan memaki-maki? bukan malah bersembunyi. Apa yang kita rasakan didunia hanyalah kamuflase….
Kebenaran hanyalah milik Dia….Dzat Yang Maha Kuasa yang bertahtakan dilangit, dan tak bisa kita pungkiri itu semua…

Semoga tulisan ini bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pembenahan diri dan pencerahan jiwa.

Senin, 10 Desember 2012

BERGUNALAH DIRIMU.....


Dan......rasanya lama sekali tidak mencorat-coret dan mengaktualisasikan apa yang ada dalam benak ini kedalam bentuk postingan  pada blog ini....KANGEN jadinya....
Dan....kiranya coretanku yang sederhana ini sebagai hasil rangkuman apa-apa saja yang terpikir dalam benak , yang kuperoleh dari membaca , dari merenung diri....dan kutuangkan dalam bentuk tulisan ini bisa berguna bagi para pembaca...
Dan...inilah intisari tulisanku :
*Jgn pernah ucap selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jgn pernah menyerah jika kamu masih sanggup
*Belajarlah mengucap syukur dari hal-hal baik di hidupmu. Belajarlah menjadi kuat dari hal-hal buruk di hidupmu.
*Jika Tuhan menciptakan pelangi tuk mengindahkan langit, maka Tuhan menciptakan sahabat tuk keindahan hidup Anda
*Mungkin Anda tak menyadarinya, tp hal plg kecil yang Anda lakukan dapat membawa dampak sangat besar bagi org lain.
*Kebahagiaan terbesar dalam hidup ini adalah keyakinan bahwa kita dicintai oleh orang yang kita cintai.
*dimana ada persamaan disitu ada perbedaan
*Tak peduli semua hal didunia membenciku, kecuali 3 yaitu Tuhan, orang tua dan sahabatku
*Jika harapanmu hari ini 'belum' tercapai, bersabarlah. Jika sudah tercapai, bersyukurlah.
*Tuhan slalu memberikan waktu agar kita dpt mmperbaiki diri, tp trkadang kita justru lebih sering menganiaya diri sendiri.
*"Aku mencintaimu karena Tuhan dan untuk Tuhan :)"
*Hati nurani tak akan menjerumuskanmu , karena yg biasanya menjerumuskanmu adalah hawa nafsu.
*Bila kamu ingin jujur kepada oranglain, jujurlah lebih dahulu terhadap diri sendiri.
*Kuasai kebiasaan burukmu, atau kebiasaan buruk itu akan menguasai dirimu.
*Tiada cinta dan kasih-sayang yang abadi selain cinta yang diberikan oleh Allah dan Ibu kepada kita.
*Doa tanpa usaha adalah suatu kebohongan, usaha tanpa doa adalah suatu kesombongan.
*Kebahagiaan bukanlah ditentukan oleh apa yg kita miliki, tp ditentukan dr bgmn kita mensyukuri apa yg tlah kita miliki.
                                                                 

*Cinta adalah cara Tuhan menyatukan kita dgn orang lain. Dengan cinta, kita bisa mengenal & mendapatkan pelajaran dr orang lain.
*Hari ini adalah berkah, hari kemarin adalah pelajaran berharga. Teruslah melangkah & yakin jika kamu bs mendapatkannya!
*Sahabat adalah keluarga kecil yg sangat berguna bagi hidupmu kini, esok hari dan nanti :)
*Cinta yg tulus adalah ketika kamu bisa menerima kekurangannya & tak menjadikan kekurangannya sebagai alasanmu untuk meninggalkannya.
*Syukuri apapun yg tlah Tuhan berikan kepadamu. Tuhan tau yg terbaik bagimu & Tuhan punya rencana yg lebihbaik untukmu.
*Sesulit apapun masalahmu, Tuhan pasti tunjukkan jalan keluarnya.Dan.. jangan pernah lari, karena masalah itu kan trus mengikuti.
*Jgn mengeluh. Inilah kita, jadilah apa adanya dan yg terpenting jangan hidup untuk sebuah kemunafikan
*Tidak ada seorang pun yang tidak berguna di dunia ini selama ia 'mampu' meringankan beban oranglain.
*Jangan mengeluhkan sesuatu yang belum kamu miliki, ingatlah ketika oranglain 'disana mampu bersyukur' dengan apapun kekurangannya.
*Hanya karena Tuhan tak menjawab doamu, bukan berarti Tuhan tak tau. Tapi sesungguhnya Tuhan lebih tau mana yg 'terbaik' untukmu saat itu.
*Slalu ada pelajaran disetiap langkah dan kenangan yang tlah kita tinggalkan.
*Sahabat yg sebenernya adalah mereka yg 'tetap tinggal' ketika satu-per-satu mulai 'pergi'.
*"Hanya karena aku diam seribu bahasa, bukan berarti aku tampak baik-baik saja"
*Apapun keadaanmu sekarang, jadikan suatu pelajaran yg berharga. Jgn terlalu lama mengeluh, sejatinya hidup ini indah
*Kecantikan yang abadi terletak pada keelokkan adab & ketinggian ilmu seseorang, bukan terletak pd wajah dan pakaiannya
*Tetap tersenyum - itu membuat orang bertanya-tanya apa yang telah anda lakukan.
*Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta juga seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.
*Bahagiakan orang tua dengan perhatian, kasih sayang, tutur bahasa dan sikap yang baik
*Kehidupan tanpa sahabat seperti kematian tanpa para saksi..


 Dan....berbagi ilmu bukanlah suatu kerugian......karena pada dasarnya prinsip ilmu itu adalah keluar dan berguna , jika kita punya sesuatu (ilmu) namun kita tak pernah sedikitpun mendermakannya, maka tiadalah manfaat sama sekali ilmu itu bagi kita....
Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi para pembaca......




Minggu, 07 Oktober 2012

Beberapa Jam Menjelang 43 tahun Usiaku

Mungkin dikarenakan malas menulis....., dan atau mungkin karena ingin bisa ditampilkan di blog sebagai tulisan postingan agar bisa dibaca penghuni dunia maya ini....; yang jelas pada kali ini aku ingin menampilkan status-status dalam facebook-ku beberapa jam menjelang 43 tahun usiaku .

DAN....10  STATUS  FACEBOOK  ENDAR BONO  pada Malam Minggu : SABTU , 6 OKTOBER 2012 sebagai PERENUNGAN DIRI sebagai upaya PERBAIKAN DIRI  menjelang ULTAH ke 43 tahun ; adalah sebagai berikut :

Status 1 :
Dan....manusia sendiri adalah sebuah bentuk, sebuah gambar, sebuah perwujudan dari Yang Maha Wujud. Manusia merupakan contoh dari Yang Maha Wujud, karena dalam dirinya terkandung makna segala sesuatu yang ia alami; ia adalah sebuah mikrokosmos dari alam. Jika dalam diri seseorang tidak terdapat potensi untuk memahami segala sesuatu yang berada di luar dirinya, bagaimana mungkin ia bisa memahami dunia luar?. Tahukah....., bahwa dalam diri kita terdapat sebuah dunia kecil yang memungkinkan kita merenungi dunia luar yang lebih besar dan luas atau dunia makrokosmos.

Status 2 :
Dan....bagaimana mungkin seseorang bisa mengatakan bahwa ia tidak mengetahui Allah.....di tempat manakah Allah tidak ada? , Jawabannya tentu tempat semacam itu tidak ada. Siapa pun yang menyadari kenyataan ini , pasti akan mengetahui bahwa kemana pun seseorang menghadap, maka disitulah selalu ada wajah Allah. Jika seseorang senantiasa menyadari bahwa Allah melihat apa yang ada di dalam hatinya, maka secara alami ia akan bekerja keras untuk membersihkan hatinya. la akan berusaha menyingkap tabir yang ada di dalam hatinya sehingga hatinya tersebut dapat diberikan secara ihklas seluruhnya untuk Allah, karena tak ada yang lebih menyucikan hati kecuali membuka hati tersebut kepada orang yang mau mendengarkan.

Status 3:
Dan.....hanya dengan menyerahkan dan menambatkan jiwa kita dalam kebenaran yang terletak di dalam diri kita sendiri, kita akan dapat menyatukan seluruh amal dan niat kita. Selanjutnya kita akan menyadari bahwa setiap peristiwa selalu diliputi rahmat Allah, sehingga hal ini semakin menambah keyakinan kita terhadap jalan kebenaran ini. Dengan keyakinan ini, iman kita semakin bertambah, dan kita akan
sampai pada kesadaran bahwa hidup ini adalah sebuah pancaran yang menunjukkan sumber dan tempat kembalinya. Maka, hidup kemudian menjadi sebuah pengalaman yang perlu dihargai dan dihormati, karena manusia menghormati Sang Pemberi hidupnya. Hidup tidak dapat dipahami kecuali ia diletakkan secara nyata dalam perspektif yang benar. Hidup hanyalah latihan dasar yang dilalui manusia untuk dapat mengetahui makna ungkapan sebagai berikut : " Allah, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri, dan yang karena-Nya seluruh makhluk hidup ada "
 
Status 4:
Dan.....ada TUJUH FAKTOR yang dapat mempengaruhi karakter seseorang. Yang FAKTOR PERTAMA berkaitan dengan karakter kedua orang tuanya: tak diragukan lagi bahwa manusia mewarisi sifat fisik dan karakter psikologis dari orang tuanya. FAKTOR KEDUA adalah penerapan konsepsi tersebut; hal ini berkaitan dengan kadar cinta di antara kedua orang tuanya dan sejauh mana keakraban hubungan antara keduanya. F
AKTOR KETIGA adalah makanan sang ibu dan seluruh keadaan fisik, mental, emosi serta ruhani ketika sang anak tumbuh dalam rahim. FAKTOR KE-EMPAT berkaitan dengan kondisi pada saat melahirkan; faktor ini bersifat kritis karena pada saat inilah peralihan alam terjadi. Dilahirkan di bawah sinar lampu yang menyilaukan dalam rumah sakit yang menggelar pertunjukan teater, lalu dikelilingi oleh orang-orang yang tidak dikenal yang sibuk dengan urusannya masing-masing, bukanlah cara terbaik untuk memasuki kehidupan dunia. Secara tradisional, di masa lampau, anak-anak dilahirkan di rumah, di mana sang ibu merasa nyaman dalam lingkungannya sendiri, bersama keluarga yang merawatnya dengan cinta kasih. FAKTOR KE-LIMA adalah perawatan sang anak selama dua tahun pertama, termasuk makanan, cinta kasih, perhatian, dan kehangatan yang diberikan oleh sang ibu, serta cinta kasih yang terjalin antara kedua orang tua dengan sang bayi. FAKTOR KE-ENAM adalah cara pengasuhan anak, pemeliharaan, dan lingkungan sosial di sekelilingnya. Seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan kriminal sangat mungkin meniru tindak kejahatan seperti yang ia lihat di lingkungannya, sedangkan seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang penuh cinta kasih, kejujuran, dan harmonis, sangat mungkin mengulangi aspek perilaku yang sama dari lingkungannya itu. FAKTOR KE-TUJUH adalah faktor yang paling utama: besarnya tekad dan kejelasan tujuan hidup seseorang. Seseorang boleh jadi secara genetis mewarisi kelemahan atau kecacatan fisik tertentu atau dilahirkan dalam sebuah lingkungan yang kacau dan nelangsa. Namun ia menyadari akan hal ini dan memiliki kekuatan serta tekad untuk keluar dari kehidupan seperti itu, menghapus masa lalunya dan berjuang mengatasi berbagai keterbatasan itu.
 
Status 5:
Dan....."Mereka yang hatinya tersesat” menyimpang dengan cara berpaling dari Yang Maha Wujud. Dengan ilmu manusia mengetahui bahwa tak ada tempat berpaling dari jalan Allah, karena memang tidak ada jalan lain. Manusia berasal dari Allah, ia dipelihara oleh kemurahan Allah, dan akan kembali kepada Sang Sumber yang Maha Kekal. Jika seluruh hatinya tidak menyatu dengan Yang Maha Wujud, ia akan selalu berada dalam kebimbangan. Jika hati tidak menyatu dengan kesadaran tersebut maka sang hati akan menjadi bimbang.
 
Status 6 :
Dan....orang-orang yang mempelajari Alquran tanpa mengindahkan etikanya, berupa kerendahan dan keterbukaan hati, tidak akan memperoleh manfaat. Apa yang mereka lihat hanyalah keraguan, yang menambah kebimbangan mereka sendiri. Mereka "mencari fitnah," karena mereka tergoda oleh pesona dunia, sehingga mereka lupa kepada Allah. Jika manusia menyadari hal yang telah membimbangkannya, maka ia akan mampu menghindari hal itu di masa akan datang ketika ia dihadapkan pada situasi serupa.
 
Status 7:
Dan.....orang-orang yang telah merasakan manisnya iman akan berdoa kepada Tuhan sekaligus pemelihara mereka agar hati mereka diberikan petunjuk. Karena telah merasakan manisnya iman dan telah melihat cahaya petunjuk, maka dengan demikian mereka memberikan petunjuk kepada diri mereka sendiri. Doa mereka merupakan cermin dari niat mereka untuk melindungi diri mereka dan menjaga agar hati mereka tetap suci. Mereka memohon kepada Tuhan agar tidak membiarkan mereka tersesat setelah mereka melihat rahmat petunjuk, karena mereka mengakui petunjuk ini sebagai sebuah anugerah dari Allah, yang jika hilang, tidak bisa digantikan oleh apa pun.
 
Status 8 :
Dan.......jiwa kita memiliki kepandaian untuk membenarkan apa yang di-inginkannya. Tanpa kembali pada Sang Sumber sebagai titik acuannya, orang akan selalu mencari pembenaran bagi segala tindakannya. Titik acuan tersebut hanya bisa dihidupkan jika kita tunduk kepada Allah dan selalu berada dalam keadaan sadar. Jika pada saat marah, syak, tamak, atau bimbang, seseorang mampu meredam segalanya dan beralih kepada ketenangan batin dan ketundukan total, maka ia akan mampu memperbaiki perbuatannya. Pengendalian emosi dalam diri akan memberikan hasil positif bagi arah kehidupan seseorang
 
Status 9 :
Dan.....perhatikan serta pahami ayat dibawah ini....; pelajaran apa yang dapat kita terima ?
"Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seru
anku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu." Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih." (QS Ibrahim ayat 22)
 
Status 10 :
Ya Allah......puji syukur kupanjatkan padaMu atas nikmat yang selama ini Kau limpahkan padaku....
Ya Allah.....ampunilah segala kesalahanku , dan kasihanilah aku dengan segenap rahmat kasihMu...
Ya Allah.....berilah aku rejeki dengan rejeki segala kebaikan dari sisiMu Yang Maha Kaya , Maha Mengerti , dan Maha Berkehendak...
Ya Allah....adakanlah selalu rasa cintaku yang merupakan cerminan dari ras
a cintaMu
Ya Allah.....Tuhanku yang jiwaku ada ditanganMu , takdirku adalah kuasaMu , Yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak merubah dan menetapkan takdir kehidapanku , kumohon padaMu.....kumohon padaMu rubahlah takdir yang telah Kau tetapkan akan aku dari yang sempit rejeki menjadi lapang rejeki , rubahlah segala keburukan yang akan menimpaku menjadi semua kebaikan yang terlimpah padaku...
Ya Allah...terimakasihku atas segala nikmat dan kebaikan yang Kau limpahkan padaku....kemarin , hari ini , esok dan lusa selamanya.......aamiin....
 
Semoga tulisan dalam status facebook-ku yang merupakan hasil perenungan menjelang Ulang Tahunku ke 43th itu bisa bermanfaat bagi para pembaca di dunia maya ini......
 
 
 
 
 

Rabu, 03 Oktober 2012

Ayat-Ayat Allah SWT....


Lama banget rasanya gak menulis diblog , ada keinginan , namun tak sebanding dengan rasa malas untuk memulainya menulis.
Sebagai blogger yang baik , tentunya hal itu harus sesegera mungkin ditepis , apapun itu tulisanmu , asal tertulis walau didunia maya , ya Insya Allah tetap akan ada yang membukanya dan membacanya...; dan kalau sudah begitu, harapannya semoga tulisan inipun bisa bermanfaat.

Tahukah anda bahwa firman Allah SWT itu dikelompokan dalam 2 garis besar yaitu :  Bahwa Allah SWT menuangkan sebagian kecil dari ilmu-Nya kepada umat manusia dengan dua jalan. Pertama, dengan ath-thariqah ar-rasmiyah (jalan resmi) yaitu dalam jalur wahyu melalui perantaraan malaikat Jibril kepada Rasul-Nya, yang disebut juga dengan ayat-ayat qauliyah. Kedua, dengan ath-thariqah ghairu rasmiyah (jalan tidak resmi) yaitu melalui ilham secara kepada makhluk-Nya di alam semesta ini (baik makhluq hidup maupun yang mati), tanpa melalui perantaraan malaikat Jibril. Karena tak melalui perantaraan malaikat Jibril, maka bisa disebut jalan langsung (mubasyaratan). Kemudian jalan ini disebut juga dengan ayat-ayat kauniyah.

Ayat-ayat qauliyah mengisyaratkan kepada manusia untuk mencari ilmu alam semesta (ayat-ayat kauniyah), oleh sebab itu manusia harus berusaha membacanya, mempelajari, menyelidiki dan merenungkannya, untuk kemudian mengambil kesimpulan. Allah swt. berfirman: “Bacalah (ya Muhammad) dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang Mengajar (manusia) dengan perantaraan alam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq:1-5)

Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat bagi para pembaca...., aamiin...

Rabu, 26 September 2012

DUNIA....OH PANGGUNG SANDIWARA

Sehabis membaca koran Tribun akibat tawuran anak SMA ada yang mati tertusuk sajam , dimana kepergiannya ditangis orang-tuanya , sanak keluarganya , saudara , dan para sahabatnya ; sungguh bagai kepergian yang sia-sia dari remaja yang baru berusia 15tahun ; kemudian saya berdialog dalam hati.
“Inikah  dunia nyata itu?”
“Ya, tentu saja dunia inilah nyata, inilah kehidupan itu. Mengapa kau bertanya seperti itu?”
“Apa manusia dapat mengetahui hal yang kira-kira akan terjadi dan menimpa kehidupannya?”
“Tidak, hanya Allah Yang Maha Mengetahui.”
“Lalu mengapa aku dapat memprediksi berbagai peristiwa yang akan terjadi?”
“Tentu saja, karena kau mengetahui apa yang orang lain sangka gurauan.”
Hidup di dunia ini , maka banyak yang kau jumpai orang-orang yang bagai bersandiwara, sungguh….tak urung juga kau…., kau jadi salah satu actor dari sandiwara tersebut. Baik itu kau memainkan peran yang wajar atau yang hanya berpura-pura. Para pemain wajar digambarkan layaknya manusia yang hidup kebanyakan. Mereka bangun pagi, kemudian bekerja, pulang petang, lalu istirahat untuk kemudian paginya bekerja lagi. Sebuah lingkaran sederhana yang telah tercipta sejak manusia pertama kali menancapkan peradabannya di surga ‘adn (Bumi) ini.
Lain halnya dengan manusia yang lain dari kebanyakan. Mereka bermain sandiwara dengan berpura-pura. Mereka berpura-pura untuk mengumpulkan emas dan permata yang melimpah demi kekuasaan mereka. Mereka bahkan menyewakan surga ‘adn yang telah Allah berikan secara cuma-cuma ini kepada kebanyakan manusia yang lainnya. Mereka sedikit jumlahnya, tapi ketamakannya menyerupai keseluruhan hasrat dan ego manusia.
Bagi orang kebanyakan, hidup tenteram dan penuh kebahagiaan adalah impian mereka. Walaupun kebanyakan dari mereka tanpa mereka sadari menyembah dunia mereka. Mereka menyembah uang, menyembah boss mereka, menyembah televisi, menyembah kesenangan hidup, dan menyembah macam-macam yang ada di dunia. Meskipun beberapa dari mereka sadar kalau yang mereka sembah adalah ‘milik’ dari orang-orang yang menyewakan surga ‘adn tadi, yaitu segelintir orang yang menguasai dunia dari balik layar.
Bagi kebanyakan orang, mungkin malah jadi bingung. Atau malah ada yang menyangkalnya dengan alasan hanya gurauan. Padahal ini adalah gurauan yang menyakitkan bagi mereka. Mengapa saya bilang menyakitkan? , Karena pastinya hati kecil mereka sadar jika gurauan yang mereka maksud itu adalah kenyataan yang terjadi dan mereka benar-benar rasakan.
Orang-orang yang kebanyakan tersebut telah menganiaya diri mereka sendiri. Mereka menyangkal dan bahkan membenci kenyataan yang terjadi. Mereka hanya berpikir bahwa kehidupan yang ada di dunia ini tanpa fitnah. Padahal mereka hidup dengan menyembah apa-apa yang ada di dunia. Mereka menyembah uang, mereka menyembah harta benda, bahkan mereka pun menyembah sesama manusia. Karena apa? Hanya agar merasa tenteram di dunia?
Fitnah yang saya maksud di sini adalah fitnah dalam artian aslinya lho (bahasa Arab). Fitnah yang berarti aniaya. Karena itulah Allah telah menuliskan bahwa kebanyakan manusia menganiaya dirinya sendiri karena menolak kebenaran. Kebenaran yang telah diputar balikan oleh sebagian manusia jahat yang berada di balik layar.
Mereka yang berada di balik layar itu tak ubahnya seperti pemimpin yang dzalim. Walaupun sebenarnya mereka tidak berada di kursi kepemimpinan yang terlihat. Mereka duduk di singgasana rahasia, namun pula para pemimpin dunia bersujud menciumi kaki mereka. Merekalah sang sutradara segala konspirasi yang ada di dunia.
“Apa kau tau siapa mereka?”
“Ya, aku tau. Merekalah pemeran sutradara dalam sandiwara yang hanya berpura-pura.”
Mereka duduk memantau kita dari jauh. Memantau gerak-gerik kita. Mungkin juga mereka menganggap diri mereka tuhan. Karena mereka pikir merekalah yang mengendalikan hidup manusia yang lainnya. Mereka mengendalikan peristiwa yang terjadi, mereka pikir mereka mengendalikan takdir. Mereka membuat bencana dengan teknologi, mereka pikir itulah kekuasaan yang tak tersentuh mereka. Mereka seperti “Invisible Hand” atau tangan tak terlihat yang mengendalikan manusia lainnya sebagai bonekanya. Dan pada kenyataannya kebanyakan manusia menyembah apa yang mereka kuasai.
Jika membicarakan mereka yang mengatur segala sandiwara yang ada di dunia, sama saja membicarakan bagaimana mereka membuat sandiwara itu agar menarik dan menguntungkan bagi mereka.
Mereka yang menjadi orang-orang di balik sandiwara itu mengendalikan dunia dengan satu simbol yang dikenal dengan “Invisible Hand” oleh para pengamat politik masa kini. Yaitu tangan tak terlihat yang mencengkeram dunia dengan kekuatan-kekuatan mereka, seperti uang, riba, hiburan, zina, makanan haram, dan banyak hal yang Allah larang.
Jika teringat revolusi-revolusi yang terjadi di banyak tempat di dunia, saya seperti mendapatkan sebuah garis lurus. Mereka hancur karena mereka menganiaya diri mereka sendiri. Sementara rakyat di negeri itu terlena dengan hal-hal yang diberikan oleh sang “Invisible Hand”, hingga akhirnya mereka diperbudak. Dengan kemaksiatan para raja dijatuhkan. Dengan hiburan para anak kecil dibodohi. Dengan zina para pemuda dilemahkan. Dengan minuman beralkohol dan rokok para orang tua dilalaikan. Dengan hutang sebuah negeri menjadi budak.
Mereka telah menggambarkannya dan merencanakannya sejak dahulu. Kecerdasan yang Allah berikan kepada mereka telah digunakan untuk berbuat kerusakan di muka bumi. Surga ‘Adn yang dahulu penuh dengan kenikmatan kini akan mereka ubah menjadi neraka dunia karena ulah mereka. Dan jika hal diatas saya tak salah tangkap , maka merekalah yang dinamakan “Dajjal”.
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: “Rasulullah saw. bersabda: Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang Dajjal, suatu keterangan yang belum pernah diceritakan seorang nabi kepada kaumnya? Sesungguhnya ia buta sebelah mata (bermata satu), ia datang dengan membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Maka apa yang dikatakannya surga adalah neraka dan aku telah memperingatkan kalian terhadapnya sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya.”
Mereka menatap kita dengan satu mata mereka. Tapi Allah menciptakan 3 mata untuk kita melindungi diri, yaitu 2 mata jasmani untuk dapat menjadikan diri kita selalu waspada terhadap propaganda mereka dan 1 mata rohani (mata batin) yang dapat kita gunakan untuk melihat betapa Allah melindungi kita.
Semoga tulisan ini bermanfaat…..aamiin…