Satu Lagi Pelajaran Hidup.......
"Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan....??? " , aku seakan gak bisa menentukan bagaimana aku harus memberi penekanan akan makna yang kulihat....
Jam menunjukkan pukul 11:36 ketika aku memasuki pintu masjid Jum'at siang tadi, sengaja datang lebih awal untuk menjaring keutamaan-keutamaan dari berkah Jum'atan yang jatuh pada tepat jam 12:04.
Sehabis sholat Tahiyyatul masjid, mataku tertuju pada seorang bapak yang mungkin sudah berumur 70an th, tergopoh,payah, memasuki masjid dengan bantuan kursi sebagai pengganti tongkat atau kruk....entah kakinya atau apanya yang tidak bisa berfungsi baik, Bapak itu sholat sunnah sambil duduk diatas kursi....gak kuat berdiri...!. Begitu melihat Bapak itu sejumlah pengharapan dan doa meluncur manis dari lubuk hatiku....tak sadar akupun menitikan air mata. "Ya Allah yang Maha Pengasih dan Penyanyang, seandainya kau beri aku nikmat umur panjang, dan kekuatan dan kesehatan yang lebih dari orang tersebut....jadikanlah keadaanku melebihi semangatnya untuk beribadah kepadaMu; dan jadikanlah kehidupanku saat ini lebih baik dalam beribadah kepadaMu, sesungguhnya Kau telah beri aku nikmat kesehatan dan kegagahan....".
Tepat didepanku berdiri seorang pemuda yang lebih muda umurnya dari aku, dia sedang sholat, perawakannya tampak gagah.....namun pas kuperhatikan saat dia bangun berdiri ganti rakaat...., ada yang terasa aneh....pemuda itu ternyata ketika berdiri butuh suatu perjuangan yang hebat, kakinya menggapai-nggapai mencari keseimbangan, butuh sekian waktu untuk mencapai keseimbangan agar dia dapat berdiri tegap....." Astaghfirullohal'adzim "... dan akupun berdoa lagi...dengan air mata yang menitik juga "Ya Allah....., Kau beri aku nikmat yang tiada tara...., adakanlah dalam jiwaku semangat yang tinggi untuk beribadah padaMu; ampunilah dosa- dosaku, sungguh pemuda yang didepanku dan bapak yang dipojok sana itu memiliki niatan beribadah kepadaMu yang lebih tinggi daripadaku, sungguh aku merasa iri akan hal ini...., dan sungguh aku merasa kurang mensyukuri nikat yang telah Kau limpahkan padaku, ampunilah hambuMu yang khilaf ini...".
Apa pelajaran yang dapat kita ambil....???: Allah memberi gambaran nyata bahwa kesehatan itu penting, dan merupakan karunia yang tinggi, bahwa Allah dengan kuasaNya bisa menimpakan penyakit tampa memandang umur kita. Orang itu (bapak yang tua dengan kursinya, dan pemuda didepanku dengan masalah keseimbangannya ) merupakan contoh....mereka tak lelah, mereka tak putus asa ,dan tak banyak alasan dengan deritanya untuk tetap menjalankan ibadah kepada Allah, sementara aku yakin banyak diantara kita yang diberikan rejeki dan kenikmatan yang melebihi dari bapak dan pemuda itu, tapi tidak mau bersyukur seperti mereka, malah tak memperdulikan hari Jum'at yang mulia ini untuk beribadah kepada Allah...., mereka asyik dengan kegembiraan yang semu, sungguh benar-benar dunia membuatnya lupa...."
Sekali lagi aku teringat : " Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan....??? " ; semoga aku tak seperti itu......
Jumat, 26 Februari 2010
Minggu, 21 Februari 2010
Edisi :Reallity Show......
| SEBUAH PELAJARAN HIDUP (Edisi:Reallity Show) | ||||||
| Sehabis makan siang …., aku sengaja jalan-jalan…sekedar ingin mengusir | ||||||
| rasa kantuk yang biasanya melanda sehabis berkecukupan asupan makan | ||||||
| siang. Mataku tertuju pada gerobak dagangan cakue mini goreng…., ada | ||||||
| rasa tertarik ( karena pernah diberi seoarang teman….rasanya lumayan | ||||||
| untuk sekelas jajanan murmer….), tapi dimana penjualnya…..??? | ||||||
| Aku menengok dagangan dalam gerobak tersebut, tertata rapi, apik dan | ||||||
| bersih…..pikirku memuji apa yang aku lihat. Tak beberapa lama dari saat | ||||||
| aku menengok-nengok dagangan dalam gerobak tersebut….datanglah si | ||||||
| penjualnya….dia begitu terburu-buru walau tenang…. | ||||||
| " Dari mana Pak….? , koq gerobaknya ditinggal begitu saja ? " Tanyaku. | ||||||
| Si penjual yang masih memakai kupyah atau peci itu tersenyum , sambil | ||||||
| mencopot pecinya, dan memasukkan dalam tas kresek plastik warnanya | ||||||
| hitam…yang ternyata saat kuliirik berisi sarung yang sudah terlipat rapi. | ||||||
| " Dari Masjid Mas…." Jawab si Penjual. | ||||||
| " Koq gerobaknya ditinggal disini saja…., gak dibawa ke masjid….? , apa | ||||||
| gak takut hilang atau ada yang dicuri….? " Tanyaku | ||||||
| Si Penjual tersenyum " Enggaklah Mas…., saya titipkan ke Yang Kuasa " | ||||||
| Aku membeli sebungkus cakue yang harganya hanya Rp. 2000,- , dan pas | ||||||
| aku bayar……,dimana si Penjual harus memberiku uang kembalian , aku | ||||||
| jadi terkejut….karena dilaci gerobak yang tak terkunci tersebut terdapat | ||||||
| uang hasil jualannya….. | ||||||
| " Gila….uangnya ditinggal begitu saja, dilaci…gak terkunci lagi…." | ||||||
| Orang itu tersenyum… " Khan sudah saya titipin Yang kuasa….." ujarnya | ||||||
| santai sambil tersenyum. | ||||||
| Sejenak kemudian,aku duduk-duduk dibawah pohon persis depan kantor | ||||||
| sambil menikmati cakue itu, tak lupa aku tawarkan rokok 234ku ke orang | ||||||
| tersebut….sekedar aku ingin bincang-bincang dengannya. | ||||||
| " Bapak sudah berapa tahun jualan seperti ini…? " Tanyaku sambil terus | ||||||
| menawarkan rokokku, " Ambillah…temenin saya merokok…." | ||||||
| Si penjual itu tersenyum dan mengambil sebatang rokokku, dan dengan | ||||||
| gayaku kusuluti rokok yang sudah menempel dibibirnya dengan korekku. | ||||||
| Orang itu menghirup panjang dan…" Ternyata enak banget rokok ini……, | ||||||
| saya bisa dihitung hanya berapa kali merokok merek ini….., saya sudah | ||||||
| 22 tahun jualan seperti ini…." Ujarnya. | ||||||
| " 22 tahun….., koq gak berubah….??? " Tanyaku ketlucut….. | ||||||
| Orang itu tersenyum…." Saya sudah berikhtiar.…, sudah bertawakkal….., | ||||||
| namun jika Yang Maha Kuasa telah menakdirkan saya hanya seperti ini , | ||||||
| saya kuasa apa Mas….??, apa saya harus protes pada Yang Maha Pemberi | ||||||
| Kehidupan dan Rejeki….??? " Ujarnya…. | ||||||
| Kupandangi wajah si penjual cakue tersebut…., kuterawangi sebentar…. | ||||||
| " Kalau saya bisa berharap….saya pingin jadi orang kaya, saya ingin bagus, | ||||||
| tampan, necis….seperti Mas , tapi bisakah kita melawan takdirNya….??" | ||||||
| Kutepuk-tepuk bahu si penjual cakue tersebut…. " Yaaah…..bapak yang | ||||||
| sabar ya…., bapak mesti ikhlas…..jika ini takdirNya..., dan bapak rela dan | ||||||
| ikhlas menerimanya…, bapak tetap ikhtiar, tetap tawakkal….Insya Allah… | ||||||
| bapak kelak menerima ganti yang lebih baik…yang lebih kekal dan hakiki, | ||||||
| boleh jadi bapak didunia ini hanya seoarang penjual cakue yang hidunya | ||||||
| kurang atau pas-pasan, tapi siapa tahu bapak disana….diakherat kelak…., | ||||||
| bapak derajatnya,kekayaannya,kemuliaannya melebihi para pejabat atau | ||||||
| orang kaya didunia ini….." Kataku….., kulihat jam tanganku menunjukan | ||||||
| pukul 13:10…, akupun berpamitan……" Cakuenya enak euy….." | ||||||
| Apa komentar anda tentang postinganku ini….???? | ||||||
Kamis, 28 Januari 2010
WATAK ASLI SYAITHON
| PELAJARAN APA YANG DAPAT DIAMBIL DARI AYAT INI : | ||||||||
| Dan berkatalah syaithan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya | ||||||||
| Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar , dan akupun telah | ||||||||
| menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya . Sekali-kali tidak ada | ||||||||
| kekuasaan bagiku terhadapmu , melainkan (sekedar) aku menyeru kamu | ||||||||
| lalu kamu mematuhi seruanku , oleh sebab itu janganlah kamu mencerca | ||||||||
| aku , akan tetapi cercalah dirimu sendiri . Aku sekali-kali tidak dapat | ||||||||
| menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku . | ||||||||
| Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan | ||||||||
| aku (dengan Allah) sejak dahulu ". Sesungguhnya orang-orang yang zalim | ||||||||
| itu mendapat siksaan yang pedih. QS. Ibrahim (14) : 22 | ||||||||
| Mungkin ini yang dapat diambil sebagai pelajaran : | ||||||||
| 1. Bahwa Allah menjanjikan sesuatu sebagai janji yang benar, dan akan menepati | ||||||||
| janji itu dengan benar pula. | ||||||||
| 2. Kebalikannya adalah Syetan yang berjanji, tetapi tidak menepati. | ||||||||
| 3. Bahwa Allah mempunyai kekuasaan penuh terhadap makhlukNya (manusia ). | ||||||||
| 4. kebalikannya adalah Stetan yang tidak punya kuasa sama sekali terhadap manusia. | ||||||||
| 5. Syetan hanyalah menyeru dan membujuk, tidak dengan suatu paksaan, dan hati | ||||||||
| serta keimanan yang lemah dari manusia akan mudah terbujuk. | ||||||||
| 6. Akibat dari ulah bujuk-rayu Syetan tersebut kepada manusia, yang mengakibatkan | ||||||||
| manusia terpuruk dalam lembah dosa, Syetan tidak mau disalahkan atau dicerca , | ||||||||
| tapi malah meminta manusia mencerca dirinya sendiri. | ||||||||
| 7. Syetan tidak bisa membantu apapun setelah manusia berbuat dosa ; demikian juga | ||||||||
| Syetan menyadari bahwa manusiapun tidak bisa menolongnya dari jeratan dosa. | ||||||||
| 8. Ini yang cukup mencengangkan: bahwa Syetan sama sekali tidak membenarkan bila | ||||||||
| manusia tersebut menyekutukan dia(syetan) dengan Allah sejak dari dahulu. | ||||||||
| 9. Itulah peringatan bagi manusia yang zalim, supaya merubah sikapnya dan dapat | ||||||||
| mengambil pelajaran dari ayat ini. | ||||||||
| Wallahu a'lam bishshowab…. | ||||||||
Minggu, 24 Januari 2010
HIDUP DI JALAN
| HIDUP DI JALAN | |||||||
| Untuk yang ke sekian, aku nilis di blog-ku ini, dan kali ini aku sengaja saja | |||||||
| nulis tentang HIDUP DI JALAN. | |||||||
| Hidup di Jalan yang kumaksud ini bukan berarti kita bener-bener hidup | |||||||
| dijalanan yang tampa rumah, bukan itu maksudnya; tapi ini yang kutulis | |||||||
| semata adalah jika kita menjalani hidup dengan sarana jalanan raya, baik | |||||||
| itu kita naik sepeda, naik motor , naik mobil…atau bahkan jalan kaki aja. | |||||||
| Ketika kita menapakkan sebagian hidup waktu hidup kita dijalan, ya ada | |||||||
| baiknya kita mesti mengetahui dengan pasti profil dari jalanan yang kita | |||||||
| lalui tersebut; ya norma adat-sopan-santunnya, ya karakteristik pengguna | |||||||
| jalannya, lingkungan setempat yang mendukungnya, dan lain-lain; karena | |||||||
| dijalanan itu kita akan dapat temui : pengemudi yang ugal-ugalan, orang | |||||||
| yang tidak mentingin akal dan nurani, orang yang ceroboh, dan lain lain | |||||||
| baik itu sisi yang positif maupun negatif. | |||||||
| berkaintan dengan hal tersebut, maka kita terkadang akan dihadapkan | |||||||
| pada suatu keadaan dimana kita harus sabar, dimana kita harus tegas, dan | |||||||
| juga dimana kita harus kasar , harus mengutamakan rasa kasihan, dan lain | |||||||
| lainnya. | |||||||
| Yang ini nukilan status di Facebook-ku : ( masih berkaitan dengan Hidup | |||||||
| di Jalan ) : | |||||||
| Baru kepikiran: knapa gak aku sita HP & seluruh uang sopir angkot | |||||||
| itu?, ato aku pecahin saja lampu ato kaca kacanya?...busyet… | |||||||
| wajah sangar, badan bertatto,nyabrang sembarangan, ee...pas hampir | |||||||
| ketabrak, malah marah-marah. Kubuka kaca jendela; dan aku | |||||||
| teriak spontan sampai nyeprot.."Asuu!", begitu denger suara | |||||||
| mantebku, orang itu langsung ngibrit...., takut lu.... | |||||||
| Kemarin sepedaan ke Majalaya, pas pulang lewat Sapan, ada anak pake | |||||||
| motor nyalip dengan ugal-ugalan....kenceng...kayak ular yang | |||||||
| cari jalan bagus; selang sepuluh menit kemudian, kujumpai | |||||||
| anak itu sudah tergeletak setengah sadar, dengan motornya | |||||||
| yang ancur....dalam hati aku berkata : " Makanya kalau nyalip | |||||||
| yang sopan.......bilang: punten...punten, nyuwun sewu....gitu.." | |||||||
| Apa komentar anda terhadap tulisan ini…? | |||||||
Selasa, 19 Januari 2010
kebakaran Pasar
| KEBAKARAN PASAR | |||||||
| Ada sebuah cerita, yang mana ini benar-benar terjadi. Pembantu dirumah | |||||||
| sedang menyetrika pakaian, dia tidak sadar kalau kabel seterika yang ter- | |||||||
| bungkus kain itu ada yang lecet, dan singkat cerita terjadilah korsleting | |||||||
| atau arus pendek dari listrik yang hanya menyebabkan : | |||||||
| 1. Rasa kaget dan takut dari pembantu saya tersebut, karena saat terjadi | |||||||
| korsleting tersebut timbul bunyi ledakan kecil, dan percikan bunga | |||||||
| api , dan bau gosong yang diikuti dengan langsung padam atau putus | |||||||
| aliran listrik dirumah.( Juga takut kalau saya marahi kali…) | |||||||
| 2. Akibat lain yan g terjadi , baju putih kesayangan anak saya terdapat | |||||||
| noda gosong dua titik, begitupun dibagian bawah setrika yang mungkin | |||||||
| saat terjadi posisinya sedang menindih kabel yang lecet terdapat bekas | |||||||
| gosong yang menimbulkan dua cekungan kecil pada logam setrika . | |||||||
| 3. Namun Alhamdulillah tidak sampai terjadi kebakaran. | |||||||
| Cerita diatas mungkin juga pernah terjadi menimpa anda, baik itu pada | |||||||
| peralatan seterika, kulkas, tape, TV, yang kabelnya ada luka lecet ataupun | |||||||
| sambungan conectornya karena murah harganya jadi meleleh/mlonyot | |||||||
| (stecker/saklar/kabel roll/T /dll) sehingga menimbulkan korsleting. | |||||||
| Mendengar dan melihat sebuah pasar terbakar setelah ada wacana bah- | |||||||
| wa pasar itu akan direnovasi, dijadikan mall, dijadikan ini atau itu; dimana | |||||||
| yang terangkat kebakaran pasar itu akibat korsleting listrik ; pernahkah | |||||||
| dalam diri anda ( yang pernah mengalami sebagaimana cerita pembantu | |||||||
| yang sedang menyetrika dan terjadi korsleting ) tersirat atau paling tidak | |||||||
| turut memikirkan : " Apa benar begitu mudahnya korsleting listrik dapat | |||||||
| menimbulkan kebakaran yang memusnahkan sampai ratusan kios ? " , | |||||||
| " Kalau korsleting listrik bisa menimbulkan kebakaran seperti itu , lalu | |||||||
| mengapa yang dirumah juga sudah beberapa kali terjadi korsleting, tapi | |||||||
| tidak menimbulkan kebakaran ? " , " Bukankah kalau terjadi korsleting , | |||||||
| dalam hitungan detik arus listrik akan putus dari meterannya saja, dan | |||||||
| hanya kabel peralatan tersebut yang logam tembaganya jadi gosong atau | |||||||
| karet kabelnya turut lonyot bila kabel itu murah ? ". | |||||||
| Dari pertanyaan actual yang memang biasa terjadi tersebut, kini cobalah | |||||||
| anda lakukan suatu simulasi sebagai bahan uji coba terhadap penalaran. | |||||||
| 1. Buatlah bangunan muka dasar bisa berbentuk rumah, kios, atau apa | |||||||
| saja terserah anda. Buatlah dari bahan kayu kering , kayu basah yang | |||||||
| habis kehujanan, atau dari kardus. | |||||||
| 2. Jika sudah , isilah didalamnya dengan kain, kardus, plastik sebagaimana | |||||||
| sesuai gambarannya misalnya rumah, atau kios yang didalamnya terda- | |||||||
| pat bahan rumah tangga ada pakaian/kain, kardus,plastik. | |||||||
| 3. Tempatkan juga kabel-kabel listrik sebagaimana persis rumah ataupun | |||||||
| kios, dan jangan lupa ini adalah permainan simulasi, kabelnya dibuat | |||||||
| ada yang lecet yang dapat menimbulkan korsleting/arus pendek. | |||||||
| 4. Sebelum menghubungkan dengan arus listrik, persiapkan dulu alat | |||||||
| pemadam kebakaran , bisa apar, karung basah, air dalam ember,dll. | |||||||
| 5. Setelah siap semua, lakukanlah penghubungan kabel tersebut dengan | |||||||
| arus listrik . Perhatikan dan catat apa yang terjadi dan simpulkanlah. | |||||||
| - Terjadikah korsleting ? | |||||||
| - Apa yang terjadi setelah korsleting dalam hitungan detik ?, apakah | |||||||
| terjadi putus otomatis aliran listrik dari meteran ? | |||||||
| - Terjadikah kebakaran dari model rumah atau kios tersebut?. | |||||||
| 6. coba lakukan juga bila dalam model rumah atau kios tersebut diisikan | |||||||
| bahan yang mudah terbakar masih dalam kemasan rapi, catatlah apa | |||||||
| yang terjadi. Lakukan juga bila bahan yang mudah terbakar tersebut | |||||||
| tidak dalam kemasan yang rapi, tetapi memang disiramkan pada kain, | |||||||
| kardus atau plastik yang ada didalam model rumah atau kios simulasi | |||||||
| tersebut. Catatlah apa yang terjadi. | |||||||
| Setelah menjalani simulasi tersebut diatas, adakah sesuatu yang timbul | |||||||
| dalam pemikiran atau penalaran anda…? | |||||||
| Saya tulis ini, karena saya pernah jadi instruktur dan penilai dari tanggap | |||||||
| darurat kebakaran di perusahaan tempat saya bekerja. Berikan opini dan | |||||||
| komentar anda… | |||||||
Senin, 18 Januari 2010
AKU Dan ACFTA
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| suatu buletin jum'atnya yang menyatakan perdagangan bebas haram, | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| yang menulis bahwa dengan diberlakukan ACFTA berarti kita telah bunuh | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| diri ekonomi kita…., justru yang aku tahu bahwa islam gak kenal sistim | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| monopoli , bahwa kita diminta untuk berusaha menghasilkan produk | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| yang terbaik dimana melibatkan segala proses produksinya yang didasari | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| kejujuran dan halal, tentang nantinya barang kita laku atau tidak yah…itu | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| nantinya masyarakat yang menilai , dan peranan Allah dalam membagi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ki kepada makhlukNya yang mesti kita pahami…sebagaimana seorang | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| petani yang bekerja menanam, memupuk, merawat tanamannya dengan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| sebaik dan sekuat mungkin, adapun ketika akan panen berhasil atau akan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| hancur karena hama yang mendadak menyerang tanamannya, petani itu | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| hanya dapat menyerahkan pada yang Maha Kuasa. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Anda setuju dan faham akan tulisan ini ?, atau silahkan pilih yang sesuai | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| dengan keyakinan dan pemikiran anda…. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
D.BIMDA
Minggu, 11 Oktober 2009
D.BIMDA
Bermula dari tahun 90an, dimana terobsesi dari usaha kecil-kecilan dekorasi untuk
keperluan di kampus semacam seminar, acara wisuda, dll; hingga muncullah ide
membuat suatu nama dari kegiatan ini.
Nama BIMDA terlontar dari sebuah pemikiran dimana setiap kita melangkah harus
diawali dengan Bismillah , dan apapun hasilnya harus diakhiri dengan Hamdallah.
Seperti halnya kehidupan yang mengalami proses Revolusi, Cinta, dan Karier ; BIMDA-
pun yang mengalami pengembaraan diperantauan ber-evolusi jadi D.BIMDA; huruf
D yang ada didepan sebagai tambahan menunjukkan tempat evolusinya seperti halnya
nomor plat kendaraan.
Apa fokus kegiatan D.BIMDA ?, jawabannya ya apa saja yang penting tidak melanggar
dari tujuan awal saat melangkah yang diniatin dengan Bismillah, dan apapun hasil yang
didapat tetap dalam koridor rasa syukur sebagai wujud dari Hamdallah.
Bermula dari tahun 90an, dimana terobsesi dari usaha kecil-kecilan dekorasi untuk
keperluan di kampus semacam seminar, acara wisuda, dll; hingga muncullah ide
membuat suatu nama dari kegiatan ini.
Nama BIMDA terlontar dari sebuah pemikiran dimana setiap kita melangkah harus
diawali dengan Bismillah , dan apapun hasilnya harus diakhiri dengan Hamdallah.
Seperti halnya kehidupan yang mengalami proses Revolusi, Cinta, dan Karier ; BIMDA-
pun yang mengalami pengembaraan diperantauan ber-evolusi jadi D.BIMDA; huruf
D yang ada didepan sebagai tambahan menunjukkan tempat evolusinya seperti halnya
nomor plat kendaraan.
Apa fokus kegiatan D.BIMDA ?, jawabannya ya apa saja yang penting tidak melanggar
dari tujuan awal saat melangkah yang diniatin dengan Bismillah, dan apapun hasil yang
didapat tetap dalam koridor rasa syukur sebagai wujud dari Hamdallah.
Langganan:
Postingan (Atom)