Jumat, 08 Oktober 2010

Antara Jamaah Ahmadiyah, Karomah, Rasa Syukur dan Ikhlas.

Sudah sekian lama aku gak nulis Blog-ku ini, sampai-sampai terasa terbengkalai semuanya. Bukan karena gak mau nulis lagi, tapi karena banyaknya yang bersliweran dibenak ini, sampai bingung mau menuangkannya ditulisan. Namun kali ini , ijinkan aku dengan rasa bingung akan topik yang bersliweran itu tetap menumpahkannya dalam bentuk tulisan.
Pertama aku terusik masalah Ahmadiyah, sampai ada diberita 50 Al-quran di Masjid Ahmadiyah yang dibakar, padahal itu Al-quran sama dengan Al-quran yang aku miliki, juga ummat muslim lainnya miliki, tapi mengapa dibakar?, padahal pas terdengar akan ada acara pembakaran Al-Quran di AS, banyak yang berusaha mencegah?, la ini di negeri yang penduduk muslimnya banyak, hal itu malah terjadi......wuaaaalaaaah ini alamat bencana apa?, Yang jadi masalah sebenarnya ...kebanyakan dari kaum muslim tidak senang akan aliran Ahmadiyah dan menganggap sebagai aliran yang bertentangan dan merusak ajaran Islam lantaran cuman satu karena tokoh pendirinya yang bernama MIRZA GHULAM AHMAD itu mengaku sebagai nabi terakhir setelah Rosululloh Muhammad SAW. Dan ketika aku mentafakkuri hal tersebut malah aku dapat pencerahan bahwa si MIRZA itu hanya seorang yang kurang ajar, seorang yang melebih-lebihkan dirinya sampai menganggap dirinya sebagai nabi. Namun perlu juga diperhatikan bila benar si MIRZA itu dulunya belajar dan mempelajari Islam ke negeri Arab dimana sampai tahaf mahfum dan piawainya sebelum kembali ke India dan memproklamirkan bahwa dia adalah nabi terakhir ; maka boleh jadi dikatakan dia merusak agama ; Namun pula jika si MIRZA itu ternyata menjadi salah satu orang yang diberi karomah dari Allah ( sehingga tiba-tiba dia menjadi mahfum dan piawai ) akan ajaran Islam ; maka boleh dikatakan dia kurang ajar ; dan apapun itu awalnya, dikarenakan dia sudah jumowo ( melampaui batas ) maka hal tersebut menjadikan dia berikut ajaran dan kaum pengikutnya dianggap sebagai pelanggar aqidah Islam.
Ditanah jawa ada dikenal karomah itu sebagai sesuatu yang bersifat "TIBAN", sehingga muncul istilah dukun tiban, kyai tiban, paranormal tiban, dll ; dan jika kita mau melihat dan mempelajari sosok Sunan Kalijaga berikut segala kelebihan yang beliau punya, bisa jadi bila beliau kurang ajar, maka beliaupun bisa menyebut dirinya sebagai Nabi terakhir. Sunan Kalijaga memiliki kelebihan dan kesaktian yang jauh melebihi dari pada si MIRZA yang takut sama ratu Inggris (lha seorang nabi kok takut sama ratu Inggris ? ; lihat saja Sunan Kalijaga yang malah disegani dan tidak takut oleh para raja jawa saat itu ) , cuman beliau tidak kurang ajar , tidak jumowo.
Sebagai gambaran lagi ditanah jawa ada juga yang lebih jumowo, dia menyebut dirinya adalah Tuhan , siapa lagi kalau bukan Syeh Siti Jenar ; di negeri arab juga ada Al- Hallaj yang juga saking jumowonya juga menyebut dirinya sebagai Tuhan. Mereka itu tanpa sadar mengambil fahamnya condong kepada ajaran pantheisme, kesatuan antara makhluk dengan khalik Maha Penciptanya. dan keduanya pun mengalami pula nasib yang sama, karena mereka harus menebus keyakinan hidupnya dengan hukuman mati....; Syech Siti Jenar akhirnya sampai harus dihukum mati oleh para sunan yang tergabung dalam Wali Songo ( karena pihak kerajaan Islam tidak kuasa akan melawan kesaktiannya, juga bila sunan per sunan secara seorang lawan seorang ) ; dan Al Hallaj bisa dihukum mati oleh pemerintah Bagdad.
Nah....dari situ silahkan ambil pemikirannya yang terbaik saja....; yang namanya manusia , memang kalau diberi suatu karomah bisa menjadikan dirinya lupa diri, lupa bahwa segala kelebihan yang ada pada dirinya semata hanya karena pemberian Allah SWT.Maka dari itu sebagai penulis yang grotal-gratul hanya bisa meminta, mengharap agar kita ini tidak lupa akan diri kita, siapa kita, kuasa kita yang hanya sebagai makhluk lemah bernama manusia. Kita harus bersyukur dimana Allah masih sayang dan memberikan predikat sebagai makhluk yang sempurna dibanding makhluk ciptaanNya yang lain, kita masih diberi predikat makhluk yang mulia. Dan predikat sempurna dan mulia itu hanya sebagian saja nikmat kecil yang diturunkan Allah kepada manusia sebagai makhluk ciptaanNya.
Dan kalau kita sudah menyadari hal tersebut, ya sebagai ummat manusia yang beradab, ummat manusia yang tahu diri...sudah semesthinya apa yang kita kerjakan, amalan yang kita banggakan, kesemuanya itu dilandasi rasa ikhlas. Para Walisongo itu orang-orang yang ikhlas, orang-orang yang gak pernah meminta , namun bila memberi langsung beliau-beliau lupakan...itulah ciri-ciri orang yang ikhlas. Dan aku pernah menulis puisi tentang ikhlas atau tulus , sbb :
Dia datang minta pertolongan aku
aku mampu maka aku tolong
aku tolong terus aku lupakan

Aku tahu dia perlu pertolonganku
tapi dia malu padaNya untuk sekedar minta tolong padaku
aku tolong terus aku lupakan

Kumenolong karena ada yang minta tolong
kumembantu karena ada yang perlu dibantu
dan ketika kudapati diriku bagai tangan diatas
dan akupun tersenyum
sampai juga kulihat dia tersenyum gembira
dan kukatakan dalam hati
aku tolong terus aku lupakan..

itu puisi tentang keikhlasan yang penggambarannya kepada sesama manusia, kalau ikhlas kepada Allah....wuaaah lebih luas dan dalam lagi, pokoknya ya ibadah kita, amalan kita semua berlandaskan pada rasa keikhlasan, gak ada pamrih pingin dapat gelar manusia bertaqwa, ummatan khoiron , pingin masuk syurga, dll. Ikhlas beribadah kepada Allah jangan diibaratkan sebagai ikhlasnya pedagang dalam menjual barang....karena dapat untung. sebuah doa hamba Allah yang ikhlas sebagai berikut : " Ya Allah, jika amalan ibadahku kepadamu dikarenakan aku meninginkan masuk syurgaMu, maka jauhkanlah syurga itu dari aku ; dan jika amalan ibadahku kepadamu dikarenakan aku takut masuk nerakaMu, maka masukkanlah aku kedalam neraka itu ; Sesungguhnya aku beribadah ini semata karenaMu, semata aku cinta padaMu "
Bisakah kita memiliki rasa ikhlas seperti itu ? ; Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembacanya, harap maklum dikejar waktu sholat Ashar, maka tulisan ini aku cukupkan dulu sampai disini....lain kali disambung....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar